0 menit baca 0 %

100 Dai Riau Ikuti Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I

Ringkasan: Riau (Inmas)- Sebanyak 100 Dai Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I Tingkat Provinsi Riau pada 26- 27 Oktober 2020 di Hotel Grand Central Pekanbaru.Kegiatan Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I dibuka...

Riau (Inmas)- Sebanyak 100 Dai Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I Tingkat Provinsi Riau pada 26- 27 Oktober 2020 di Hotel Grand Central Pekanbaru.

Kegiatan Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Angkatan I dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabag TU H Erizon Efendi S Ag M Pd, Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI.

Mahyudin mengatakan, Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama merupakan program Kementerian Agama secara Nasional. Sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 61 tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020, dimana salah satu poin menyebutkan bahwa pembangunan bidang agama merupakan salah satu pilar utama pembangunan manusia dan masyarakat.

“Ini merupakan proses mendekatan dakwah dengan kebutuhan akan hadirnya pendakwah yang menyejukkan dan kompeten dengan merujuk pada kaidah-kaidah agama yang komprehensif. Tutur penceramah dalam mentransfer ilmu agama ke masyarakat sangat menentukan sampai atau tidaknya pesan yang ingin disampaikan, sehingga layanan agama yang berkualitas memiliki peran penting dalam menciptakan individu yang berkarakter serta menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang rukun dalam keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Mahyudin.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA dalam pemaparannya secara virtual menyebutkan, Indonesia sebagai negara yang majemuk memiliki potensi konflik.  Untuk itulah Kemenag membutuhkan peran penceramah agama untuk menjaga kemajemukan itu.

“Yang patut dibanggakan, meski Indonesia sangat mejemuk dan beragam, namun tingkat stabilitas sosial politik sangat bagus. Kondisi tersebut dipicu oleh tiga hal yang tidak dimiliki negara lain,” terangnya.

Pertama, Indonesia memiliki infrastruktur sosial yang kokoh dengan pilar ormas- ormas Islam, NU, Muhammadiyah dan lainnya, sehingga Indonesia tidak mudah dikoyak. Kedua, moderasi beragama karena secara umum Indonesia menganut paham Islam Moderat, Toleran dan Damai. Ketiga, kolaborasi yang produktif, adanya hubungan yang sangat bagus antara ormas dan pemerintah.

Terkait dengan Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, tambah Kamaruddin Amin, dalam menjaga keragaman dan kestabilan dakwah di Indonesia, Negara membutuhkan peran penceramah yang menyebarkan kesejukkan di tengah umat.

Untuk itu, sudah saatnya para Dai melakukan transformasi, karena tantangan dan dinamika sosial keagamaan semakin dinamis dengan target untuk mencerahkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat pedesaan maupun perkotaan mulai kelas menengah bawah hingga menengah, serta generasi milenial. Ada yang berfikir secara rasional, modern bahkan keterbelakangan.

“Diperlukan kompetensi dan literasi untuk menghadapi strata yang berbeda tersebut. Bukan hanya literasi agama tapi juga literasi sosial dengan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga pesan- pesan agama yang disampaikan landing dengan realitas dan menyejukkan,” ujarnya.

Ditempat terpisah HM Saman S Sos didampingi Kasi Kasi Penyuluhan Agama Islam dan SI H Asril MM dan Kasi Pemberdayaan Zakat Drs H Kamaruddin mengatakan, Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Provinsi Riau akan diikuti oleh 200 penceramah yang terbagi dalam dua angkatan, dengan peserta merupakan mubaligh dan penceramah Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.

“Hari ini merupakan Angkatan I, pada 28-29 Oktober 2020 akan kita laksanakan angkatan II dengan mendatangkan 8 narasumber, Dirjen Bimas Islam dan Direktur Penais Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Riau, Kesbangpol dan Danrem,” jelas Saman.

Drs Ruslan Rasmin, salah seorang Dai yang ikut pada kegiatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Kemenag dalam rangka meningkatkan kompetensi para dai di Riau, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi saat ini.

“Inilah yang ditunggu- tunggu oleh mubaligh, penceramah dan dai di Provinsi Riau, bagaimana meningkatkan kompetensi dan tetap eksis dikondisi saat ini. Semoga dengan kegiatan ini para dari Provinsi Riau bisa menyampaikan pesan menyejukkan dan mendamaikan bagi masyarakat kita,” ungkapnya penuh semangat. (mus/ana/faj)