0 menit baca 0 %

100 Peserta Provinsi Riau Ikuti Pembinaan KBIHU 2020

Ringkasan: Riau (humas)- Kegiatan Pembinaan KBIHU ini merupakan wadah untuk berdiskusi menyelesaikan persoalan yang pernah ada. Sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi kekurangan pada pelayanan terhadap para jamaah haji dan umrah terdahulu. Termasuk  mencari solusi terbaik untuk meningkatkan...

Riau (humas)- Kegiatan Pembinaan KBIHU ini merupakan wadah untuk berdiskusi menyelesaikan persoalan yang pernah ada. Sekaligus menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi kekurangan pada pelayanan terhadap para jamaah haji dan umrah terdahulu. Termasuk  mencari solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji di masa mendatang sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Demikian start poin Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan KBIHU, Jumat (09/10). 

Bersyukur, Komisi VIII DPR RI mendorong dengan menyiapkan anggaran untuk sejumlah kegiatan  pembinaan haji. Melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI.

"Di Riau sendiri mendapat lima titik lokasi kegiatan, yakni dua di Pekanbaru, 1 di Rohul, dan dua lainnya di Duri dan Kita Dumai," ungkapnya.

Menurut Mahyudin upaya yang dilakukan Kemenag guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para penyelenggara KBIHU yang ada di Riau hari ini sepantasnya disyukuri. Mengingat tidak semua provinsi di Indonesia mendapatkan kesempatan ini.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan Berdasarkan kebijakan Kemenag, KBIHU melakukan serangkaian langkah strategis, baik berupa penguatan kelembagaan maupun pembinaan terhadap para anggotanya.

Hal ini tidak lain bertujuan agar KBIHU dapat menjadi mitra strategis bagi Kemenag dalam memberikan pelayanan haji yang bermutu," tegasnya.

Mengapa demikian? Karena Kemenag secara umum tentu tidak mampu menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tanpa adanya dukungan dari semua pihak. "Mulai dari persiapan, memberangkatkan, dan pemulangan ke tanah air, ini pekerjaan yang tidak mudah," ujarnya.

Mahyudin menambahkan bahwa KBIHU di Riau dapat dikembangkan dengan lebih maksimal mengingat pendaftar haji dan umrah di Riau sangat banyak. Dengan lahirnya UU terbaru yang digagas Kemenag dan Komisi VIII DPR, semakin menunjukan kepada progress yang signifikan.

Kakanwil mengajak KBIHU sebagai partner Kemenag untuk lebih semangat dalam memberikan pelayanan dan bimbingan jemaah haji.

Ia mengharapkan tidak akan muncul lagi persoalan persoalan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji kedepan. Semoga undang undang yang baru ini semakin mampu meningkatkan sinergitas Kemenag dengan pihak terkait dalam memajukan dan menyukseskan pelayanan kepada jemaah di masa datang.

Hadir pula secara virtual Direktur Bina Haji Dirjen PHU, H. Khoirizi. Dalam pemaparannya beliau menekankan kepada para KBIHU bahwa tugas dalam penyelenggaraan ibadah haji itu tidak hanya sebatas pembinaan, pelayanan dan perlindungan. Namun bagaimana bisa untuk memandirikan jemaah. 

Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut, Kabid PHU H Darwison menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta pada momen tersebut. Ia menyampaikan dalam laporannya kegiatan terlaksana berdasarkan anggaran DIPA Kanwil Kemenag Riau. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan ibadah bagi jamaah haji dan umrah Indonesia. 

"Khususnya melalui penguatan peran KBIHU," tukasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau ini dipusatkan di Hotel Grand Central Pekanbaru.

Kegiatan yang mengusung tema "Profesional Lembaganya, Mandiri Jemaahnya, Mabrur Hajinya" tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai lini.(vera)