Kampar ( Kemenag )--Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelaksanaan Wisuda Bersama Madrasah Diniyah Ta miliyah Awwaliyah ( MDTA ) se kec. Rumbio Jaya, yang digelar pada Kamis, 19 Juni 2025. Sebanyak 128 santri dari 13 MDTA secara resmi diwisuda dalam momen sakral yang tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga simbol keberhasilan pendidikan diniyah dalam menanamkan nilai-nilai Qur ani kepada generasi muda.
Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh makna ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kampar, H. Maswir, MA, Ketua FKDT Kabupaten Kampar Syamsul Hidayat, M.Si, para kepala MDTA se-Kecamatan Rumbio Jaya, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.
Acara dimulai dengan pembukaan dari protokol, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur an, laporan panitia, dan doa bersama. Sejumlah sambutan penting turut mewarnai suasana, seperti sambutan dari Kepala Desa Pulau Payung, Camat Rumbio Jaya, hingga Ketua FKDT Kabupaten Kampar.
Yang paling menyentuh adalah pidato perpisahan dari santri, yang dibacakan penuh haru oleh perwakilan siswa. Kalimat demi kalimat yang dilafalkan dengan penuh ketulusan, menjadi ungkapan rasa syukur, cinta, dan terima kasih kepada para guru serta orang tua. Tak sedikit yang meneteskan air mata.
Dalam sambutannya, Ketua FKDT & MK2DT Rumbio Jaya secara simbolis menyerahkan kembali para santri kepada orang tua, sebagai bentuk penegasan bahwa mereka kini telah menyelesaikan tahapan belajar di tingkat diniyah.
Perwakilan Kemenag Kampar, dalam arahannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengelola MDTA dan wali santri. Beliau mengingatkan pentingnya kesinambungan pendidikan agama, bahkan setelah lulus dari MDTA.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan-penampilan santri, mulai dari tilawah, tahfizh, pidato, hingga nasyid. Puncaknya adalah prosesi wisuda, di mana satu per satu santri dipanggil dan menerima tanda kelulusan diiringi gema sholawat dari seluruh hadirin.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan diniyah di Rumbio Jaya masih hidup dan terus berkembang, ditopang oleh semangat kolaboratif antara madrasah, orang tua, dan masyarakat.
Wisuda ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan baru para santri. Semoga ilmu yang mereka dapat menjadi cahaya dalam kehidupan, pungkas Ketua Panitia dalam laporannya. ( Fatmi/ Cicy/Ags )