135 Jamaah Haji Pekanbaru Terlantar di Hang Nadim
Ringkasan:
Batam (Humas) - Sebanyak 135 jamaah haji Kloter 10 asal Pekanbaru terlantar sekitar sembilan jam di Asrama Haji Batam Center, Selasa (22/11). Keberangkatan mereka ke Pekanbaru terkendala karena pihak Sriwijaya Airlines menolak menerbangkan ke Pekanbaru karena biaya pengangkutan sebesar Rp341 juta ta...
Batam (Humas) - Sebanyak 135 jamaah haji Kloter 10 asal Pekanbaru terlantar sekitar sembilan jam di Asrama Haji Batam Center, Selasa (22/11). Keberangkatan mereka ke Pekanbaru terkendala karena pihak Sriwijaya Airlines menolak menerbangkan ke Pekanbaru karena biaya pengangkutan sebesar Rp341 juta tak dibayar pihak travel ke Sriwijaya Air.
Sesuai jadwal, jamaah haji ini harusnya terbang dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke Pekanbaru pukul 09.15 WIB. Tapi hingga sore hari kekurangan uang senilai Rp341 juta itu tak kunjung dilunasi ke pihak Sriwijaya. Para jamaah baru diberangkatkan sekitar pukul 19.00 WIB dan tiba sekitar pukul 20.05 WIB menggunakan pesawat Sky Aviation di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Ini penerbangan pertama dari tiga penerbangan.
Kemarin, di ruang loket tiket Sriwijaya di Hang Nadim terlihat Kabid Haji Kemenag Provinsi Riau, Abdul Aziz berunding dengan pihak Sriwijaya Airlines dan pihak travel Tria Nusa Indah yang bertanggung jawab terhadap tiket dan biaya perjalanan jamaah haji.
Aziz mengaku sangat kesal dengan pihak travel yang dianggapnya menyelewengkan uang. Ia mengaku untuk biaya pemulangan jamaah makan biaya hingga Rp2 miliar. Uang itu diserahkan Tati, manajer Tria Nusa Indah ke koleganya bernama Imanuel di Jakarta.
"Uang itu semuanya ada di tangan Imanuel, dia yang ditunjuk pihak travel untuk menyerahkan uang itu ke pihak Sriwijaya Airlines Pusat. Entah kenapa uang itu tak diserahkan semuanya, jadi kita yang repot dan kasihan jamaah haji," katanya.
Sementara itu Tati terlihat khawatir dan cemas karena didesak melunasi kekurangan uang. Ia tampak menghubungi sejumlah koleganya untuk bisa mentransfer uang. "Saya tak menyangka Imanuel akan seperti itu. Ini memang tanggung jawab kami. Kami pun akan berusaha melunasinya secepatnya, kalau bisa hari ini," katanya.
Jumlah penerbangan tujuan Pekanbaru menggunakan Sriwijaya Airlines ada tujuh dengan biaya Rp2 miliar. Sebelum insiden ini, empat penerbangan sudah lebih dulu dilakukan karena pihak travel sudah janji akan melunasi kekurangan. Tiga penerbangan lainnya adalah tanggal 22, 26 dan 27 November.
Lo Yudi Asmond Heryanto, Distric Manager Sriwijaya Air mengatakan, Sriwijaya sudah sangat membantu pemulangan jamaah haji Pekanbaru dengan memberangkatkan beberapa penerbangan sebelumnya. "Pihak travel sudah janji akan membayar kekurangannya, tapi kami tunggu tak kunjung dibayar. Siapa yang mau tanggung jawab sama biaya operasionalnya," katanya. Menurutnya, keputusan menunda keberangkatan atas perintah atasan di Jakarta.
Irul Bahri, salah seorang jamaah saat ditemui di Asrama Haji Batam Centre mengatakan, mereka menggunakan agen perjalanan PT Tiara Nusa Wisata. "Katanya, agen ini belum menyetor uang ke Sriwijaya," katanya.
Padahal, kata Irul, seluruh jamaah sudah melunasi biaya transportasi Pekanbaru-Batam dan sebaliknya. Biaya disetor ke rekening Bank Riau Pekanbaru atas nama PT Tiara Nusa Wisata sebesar Rp2 juta per orang. Jamaah juga sudah bayar biaya administrasi ke rekening Bank Riau atas nama PPIH Kemenag Riau sebesar Rp517 ribu per orang.
Pihak panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Kemenag Provinsi Riau janji akan segera melunasi pembayaran ke Sriwijaya Air. Para jamaah mengaku kesal karena merasa ditipu agen. Selain itu, seluruh rencana yang mereka siapkan jadi berantakan akibat batalnya jadwal pemulangan. "Keluarga sudah menyiapkan syukuran di rumah. Kami sudah undang sanak famili, tapi semua batal," keluh seorang jamaah.
Tempat terpisah, Wakil Sekretaris I PPIH Debarkasi Batam, Alikek Said mengatakan, kejadian ini sama sekali tak ada hubungannya dengan panitia penyelenggara. Namun demikian, PPIH Debarkasi Batam tetap akan bertanggung jawab dan mencari solusi. "Ini murni kesalahan agen," kata Ali. PPIH Debarkasi Batam juga akan menanggung semua keperluan jamaah selama di Asrama Haji. Mulai dari kamar penginapan hingga konsumsi.
Akhirnya Tiba di Pekanbaru
Setelah Kemenag Riau di Batam membayar dengan uang pribadinya sebesar Rp240 juta ke maskapai Sky Aviation, barulah jamaah diberangkatkan ke Pekanbaru. Sekitar pukul 20.05 WIB pesawat Sky Aviation pertama dari tiga pesawat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
"Kita sudah tanya ke Tati pihak travel itu namun dia tak bisa jawab apa-apa," sebut seorang jamaah haji Khairul Domo pada Riau Pos, Selasa (22/11) di Bandara SSK II.
Disebutkan Khairul, para jamaah sebelumnya dijanjikan akan diberangkatkan pukul 16.00 WIB, namun sampai pukul 17.00 WIB belum ada kejelasan. "Setelah kita desak barulah sekitar pukul 19.00 WIB dapat kepastian keberangkatan," sebutnya.
Hal senada diungkapkan jamaah haji lainnya. "Yang kita gunakan ini sebenarnya pesawat yang membawa jamaah Indragiri Hulu yang satu Kloter dengan kita," sebut jamaah Kloter 10 lainya, H Ranfil. Jamaah Inhu sendiri telah diberangkatkan sekitar pukul 9.15 WIB.
Ketua Regu (Karu) Kloter 10, H Edi Farizal membenarkan apa yang disebut Khairul Domo dan Rafil. "Seharusnya kita tiba di Pekanbaru pukul 9.15 WIB," ungkap Edi.
Airport Duty Manager PT Angkasa Pura II Bandara SSK II, Ibnu Hasan mengatakan, kedatangan pesawat Sky Aviation dari Bandara Hang Nadim Batam mengalami penundaan (delay). "Seharusnya menurut jadwal sore tadi pukul 15.30 WIB, tapi masalahnya kami tak tahu persis," ujar Ibnu.
Meski ditunda, jamaah haji langsung diberangkatkan dengan tiga pesawat sekaligus. "Kedatangannya jadinya malam. Namun semua petugas di Bandara SSK II siap melakukan penyambutan," sebutnya. Ditegaskan Ibnu, semua sudah sesuai standar. Penyambutan sama seperti proses pemberangkatan. Di depan kantor Bandara SSK II juga disediakan tenda.
Sementara pihak Kemenag Riau maupun PPIH Batam tak bisa didapat informasinya. Sekretaris PPIH Batam, Erizal Abdullah saat ditanya Riau Pos, mengaku tak tahui masalah itu. "Saya lagi tugas ke luar kota," sebut Erizal. Hal senada juga diungkapkan Kepala Seksi Perjalanan Haji Kemenag Riau, H Mahyudin. "Saya tak di Batam dari kemarin," katanya.
450 jamaah Kloter 10 merupakan gabungan. Yakni jamaah Kota Pekanbaru 131 dan sisanya dari Inhu. Sementara 440 jamaah Kloter 11 dilaporkan telah tiba di Batam, pukul 11.30 WIB. Mereka berasal dari Kabupaten Kampar dan Indragiri Hili (Inhil). Dijadwalkan Rabu (23/11) ini diberangkatkan ke daerahnya.
Ketua TPHI Kloter 11 BTH, H Nazaruddin, pada acara penyambutan jamaah di Aula Kedatangan Asrama Haji Batam Center menyebutkan, pemulangan jamaah Kloter 11 BTH berjalan lancar, walau terjadi pengurangan 3 jamaah karena meninggal di Tanah Suci.
"Jumlah jamaah Kloter 11 440 ditambah 5 petugas haji, terdiri dari jamaah Kampar 64 dan jamaah Inhil 372. Yang wafat Cumak bin Lipi (61), M Kholil bin Sanmunari (75), Amnah Binti Sarkawi (54). Pada Kloter 11 juga ada dua orang tunda karena sakit yaitu Asad bin Agus dan Jamiyah binti Amat, dan 1 orang jamaah tanazul dari Kloter 7 yaitu Abdul Basir Ali Hamid (44) dari Inhil," jelasnya. Untuk jamaah yang tunda, akan dipulangkan ke Tanah Air jika kondisinya sudah memungkinkan bersama Kloter lain.
Kronologis
Kabid Haji Zakat dan Wakaf Kemenag Riau HM Abdul Aziz MA MM menyebutkan, musibah ini karena masalah keuangan antara travel dan Sriwijaya Air. Hingga kini travel belum membayar dua penerbangan pemulangan jamaah sebelumnya dari Batam ke Pekanbaru. Sriwijaya minta travel membayar Rp341 juta lebih. Tapi hingga batas waktu yang ditetapkan Sriwijaya hingga pukul 15.00 WIB, travel belum bisa melunasi dan janji baru bisa membayar Kamis 24 November. Permintaan ini ditolak Sriwijaya. Karena itu penerbangan dibatalkan.
Mengetahui hal ini, Kabid Haji menelepon Kepala Kemenag Riau H Asyari Nur. Akhirnya Kabid Haji membicarakan hal ini dengan Sriwijaya Air perwakilan Batam dan pihak travel di Bandara Hang Nadim yang langsung disaksikan Kepolisian Bandara dan PPIH Debarkasi Batam. Kabid Haji minta jamaah harus dipulangkan ke Pekanbaru. Sebab selain jamaah protes, jamaah Kloter 11 juga sudah tiba di Asrama Haji.
Akhirnya diputuskan jamaah dipulangkan dengan pesawat Sky Aviation, sebab hanya itu penerbangan yang tersedia. Biayanya Rp250 juta dengan tiga penerbangan. Uang diserahkan langsung Kabid Haji ke Sky Aviation disaksikan Kepolisian Bandara, PPIH Debarkasi Batam, Pjs Kasi Haji Kota Pekanbaru dan pihak travel. Pihak travel janji akan memulangkan uang Rp250 juta itu dalam surat perjanjian bermaterai.
Jamaah akhirnya dipulangkan dengan tiga penerbangan. Yakni pukul 18.35 WIB, 18.50 WIB dan 19.00 WIB. "Alhamdulillah sekitar pukul 20.00 WIB jamaah Pekanbaru Kloter 10 akhirnya tiba di bandara SSK II," ujar Azis. (cr15/par/rpg/ilo/gus/esi)