0 menit baca 0 %

153 Santri Ponpes Madrasatul Qur'an Diwisuda Tahfidz dan Haflah Akhirussanah

Ringkasan: Siak (Inmas) Pimpinan Pondok Pesantren Madrasatul Qur an Kampung Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Senin, (26/02/2024), KH. Ahmad Muhaimin menyampaikan bahwa dari 153 yang mengikuti Wisuda Tahfidz ke-4 dan Haflah Akhirussanah, ada 8 orang santri yang telah menjadi Hafiz Qur an 30 juz.Wakil Bupati S...

Siak (Inmas) – Pimpinan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Kampung Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Senin, (26/02/2024), KH. Ahmad Muhaimin menyampaikan bahwa dari 153 yang mengikuti Wisuda Tahfidz ke-4 dan Haflah Akhirussanah, ada 8 orang santri yang telah menjadi Hafiz Qur’an 30 juz.

Wakil Bupati Siak, H. Husni Merza, B.BA., MM yang hadir juga merasa senang, karena dari 153 yang mengikuti Wisuda Tahfidz ke-4 dan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an, ada 8 orang santri yang telah menjadi Hafiz Qur’an 30 juz. "Alhamdulillah, saya sangat senang dan mengucapkan selamat kepada para Santri yang telah berprestasi, khususnya yang telah menjadi seorang hafiz Qur’an 30 juz. Saya akan memberikan bonus Rp 1 juta kepada 8 santri yang berhasil menjadi hafiz Qur’an 30 juz tersebut," kata dia.

Selain itu, Ketua LPTQ Kabupaten Siak itu, juga menyampaikan untuk meningkatkan nilai-nilai agama ditengah-tengah masyarakat dan menciptakan Generasi yang Qur'ani, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk menciptakan 1000 orang Hafiz dan hafizah.

Para santri yang lulus hari ini, di jenjang SMP maupun MA jangan takut, saat ini lulusan pondok pesantren bisa bekerja dan berbicara dimana saja. Jadi jangan takut untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren,” ujarnya.

Wabup Husni juga berpesan khususnya yang lulus tsanawiyah, agar bisa melanjutkan pendidikan yang juga berbasis mondok. Karena, jika masuk sekolah umum, khawatirnya ilmu agama yang telah dipelajari sebelumnya akan memudar dan tidak bisa komitmen untuk mendalami serta menambah ilmu agamanya. "Anak yang sudah lulus, pesan saya dapat melanjutkan sekolah kembali ke pondok pesantren, yang tamat MTS bisa melanjutkan MA, ataupun masuk ke sekolah yang juga bisa fokus ke ilmu agama, agar ilmu agama yang telah didapat, bisa terus berkembang," pintanya.

"Jangan takut, saat ini lulusan pondok pesantren sudah bisa bicara dimana saja. Contohnya saya Wakil Bupati Siak juga lulusan dari pondok pesantren," pesannya. (Hd)