Bengkalis (Kemenag) - Sebanyak
18 Santri Pondok Modern Nurul Hidayah (PMNH), terdiri dari 7 putra dan 11
putri, mengikuti seleksi administrasi penyediaan beasiswa khusus Tahfidz Qur'an
Pemerintah Kabupaten Bengkalis Tahun 2024, Ahad (08/09/2024) di Ruangan Dang
Merdu Lantai 4 Kantor Bupati Bengkalis.
Seleksi beasiswa Tahfidz
Qur’an ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera. Â Program ini memberikan bantuan khusus beasiswa
kepada 16 orang pelajar dalam negeri, kemudian 20 orang untuk mahasiswa dalam
negeri dan 5 orang untuk bantuan beasiswa mahasiswa luar negeri.
Bupati Bengkalis diwakili
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono membuka secara
resmi seleksi administrasi penyediaan beasiswa khusus Tahfidz Qur'an Pemerintah
Kabupaten Bengkalis Tahun 2024.
Dalam sambutanya Asisten
Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono mengucapkan selamat datang kepada peserta
seleksi atau calon penerima beasiswa Tahfidz Qur'an Pemerintah Kabupaten
Bengkalis tahun 2024, baik secara langsung maupun via online.
Andris Wasono berharap, agar
adik-adik dan anak-anak kami semuanya, sebanyak 213 orang pelajar dan 65 orang
mahasiswa yang telah menyampaikan permohonan beasiswanya kepada kami Pemerintah
Kabupaten Bengkalis, dapat mengikuti setiap tahapan seleksi ini dengan baik,
sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh tim seleksi.
"Kami do’akan, semoga
adik-adik dan anak-anak kami para Hafidz dan Hafidzah dapat menjadi bagian dari
peserta yang menerima bantuan beasiswa khusus Tahfidz Qur’an dari kami
pemerintah Kabupaten Bengkalis nantinya," tutupnya.
Pembimbing tahfidz
Ponpes Nurul Hidayah menginformasikan, dalam seleksi ini, 18 orang
santri PMNH diuji kemampuan hafalan Al-Qur'annya oleh tim penguji yang
berkompeten. Ujian meliputi hafalan mulai dari juz 1 hingga juz terakhir, dan
para peserta juga di uji dalam kemampuan memahami tajwid serta keindahan bacaan
mereka. Penguji memberikan penilaian berdasarkan ketepatan hafalan dan kualitas
bacaan masing-masing peserta.
Sebelumnya 18 orang santri PMNH itu telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk mengikuti seleksi ini.
Mereka dibimbing oleh para ustadz yang berpengalaman dalam bidang tahfiz. Semoga
persiapan yang matang dapat memberikan hasil yang memuaskan sehingga mereka
berpeluang besar untuk mendapatkan beasiswa.
“Melalui kegiatan seleksi
tahfiz ini diharapkan mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak
hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki kemampuan akademis yang baik.
Beasiswa ini akan menjadi motivasi bagi santri lain untuk semakin giat dalam
menghafal Al-Qur'an dan mengembangkan potensi diri” ujar pembimbing tahfidz
Ponpes Nurul Hidayah. (*)