0 menit baca 0 %

2 Kakan Kemenag Hadiri Acara Perpisahan MTsN Terantang

Ringkasan: Kampar (Humas) – 2 orang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) menghadiri acara perpisahan anak kelas 3 atau kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Desa Terantang Kec. Tambang hari senen (06/05). 2 orang tersebut yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.
Kampar (Humas) – 2 orang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) menghadiri acara perpisahan anak kelas 3 atau kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Desa Terantang Kec. Tambang hari senen (06/05). 2 orang tersebut yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Edwar S Umar. Selain 2 orang Kakan Kemenag, juga dihadiri oleh Camat Tambang Rahmad Ssos, Tokoh Masyarakat, Orang Tua atau Wali Murid dan seluruh undangan yang hadir. Dalam arahannya Fairus mengatakan, setiap Guru Madrasah harus mampu mewujudkan MTsN terantang ini sebagai lembaga Pendidikan Islam yang Unggul dalam kualitas, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman, dengan senantiasa meningkatkan kinerja dan kedisiplinan. Untuk mewujudkan hal tersebut, hendaknya setiap Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran bimbingan secara efektif, mampu mendorong dan membantu siswa untuk mengenal potensi diri sehingga dapat dikembangkan dan berorientasi kemasa depan, mampu mengembangkan sikap dan kemampuan siswa serta memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk bidang Masyarakat. Setiap Guru harus mampu meningkatkan pengetahuan dan penghayatan terhadap ajaran Agama yang dianut dari ketaatan kepada Allah SWT, mampu mengembangkan semangat persaudaraan dan kekeluargaan, mampu mengembangkan sikap sopan dan berbudi pekerti luhur dikalangan siswa, mampu mengembangkan sekaligus menanamkan akhlakul karima kepada para siswa, dan mampu mengembangkan sikap cinta akan lingkungan bersih, indah, dan aman bagi warga sekolah. Lebih lanjut Fairus mengatakan kepada seluruh siswa, agar dalam pengumuman kelulusan nanti, tidak ada lagi budaya coret menyoret baju dan konvoi di jalanan. Karena coret menyoret baju dan konvoi di jalanan tidak ada untungnya yang hanya merugikan diri kita sendiri, dan budaya ini jelas bukan merupakan ciri dari anak didik Madrasah. Lebih baik dikatakn Fairus, baju-baju yang akan dicoret tersebut, disumbangkan kepada adek-adek kelas kita atau orang-orang yang membutuhkan. Fairus juga berharap, seluruh siswa MA dan MTs tahun ini bisa lulus 100% dan bisa melanjutkan pendidikannya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. “ saya berharap seluruh siswa Madrasah bisa lulus 100% dan pada pengumuman kelulusan nanti, setiap Madrasah mengadakan acara Sujud Syukur atas kelulusannya”, tutup Fairus. (Ags)