Kemenag (Kuansing)Kuansing, 12 Agustus 2025 – Enam ASN dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir turut ambil bagian dalam kegiatan Pembinaan dan Bimbingan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuantan Singingi. Acara berlangsung pada Selasa (12/8) pukul 08.00 WIB bertempat di Aula Kemenag Kuansing, dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai satuan kerja.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, para Penghulu, serta Penyuluh Agama se-Kabupaten Kuantan Singingi. Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Kepala Kemenag Kuansing, H. Suhelmon, MA, C.Qem., yang menekankan pentingnya pelaksanaan pembinaan ASN secara berjenjang dan berkesinambungan. Menurutnya, pembinaan harus dimulai dari tingkat pusat hingga menyentuh satuan kerja paling bawah di daerah.
Arahan Kakanwil: ASN Dituntut Profesional dan Adaptif
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., didampingi oleh sejumlah pejabat dari Kanwil, di antaranya Dr. Fahri (Kabid Penmad), Kabid Keluarga Sakinah, serta pejabat teknis lainnya.
Dalam arahannya, Dr. Muliardi menegaskan bahwa optimalisasi kinerja ASN kini menjadi tuntutan regulasi, sebagaimana diatur dalam kebijakan Kementerian PAN-RB. Ia juga menyinggung akan diterapkannya sistem ASN paruh waktu bagi mereka yang tidak memenuhi standar kinerja minimum.
Lebih jauh, Dr. Muliardi menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik sebagai fondasi masa depan bangsa. Ia menyampaikan pesan inspiratif:
 "Ilmu hanya didapat di siang hari, tapi karakter anak-anak dibentuk di malam hari. Informasi diperoleh di siang hari, tapi konfirmasi terjadi di malam hari."
Pesan ini menjadi peringatan bagi para pendidik dan orang tua agar senantiasa mengawal perkembangan akhlak anak, terutama di luar jam sekolah yang penuh pengaruh eksternal.
Fokus pada Kompetensi dan Integritas ASN
Selama sesi pembinaan, para pimpinan Kemenag mendorong seluruh ASN untuk terus:
Meningkatkan kompetensi dan kualitas diri,
Menanamkan lima budaya kerja Kementerian Agama,
Menjaga integritas pribadi dan profesional, serta
Peka terhadap isu-isu sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
ASN Kemenag juga diharapkan menjadi agen kerukunan antarumat beragama dan pelopor moderasi beragama, sesuai dengan misi Kemenag sebagai penjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Peran Strategis KUA: Dari Pernikahan Dini hingga Kenakalan Remaja
Salah satu poin penting yang disorot dalam kegiatan ini adalah peran strategis Penghulu dan Penyuluh Agama di tingkat kecamatan. Mereka dipandang sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan sekaligus agen sosial yang langsung bersentuhan dengan persoalan masyarakat.
Pembinaan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—seperti antara KUA, puskesmas, dan sekolah—dalam menangani isu-isu sosial. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian bersama antara lain pernikahan dini, geng motor, penyalahgunaan narkoba, bullying, pornografi, serta kenakalan remaja lainnya yang seringkali berawal dari lingkungan pendidikan dan keluarga.
Peserta Singingi Hilir: Semangat dan Komitmen Tinggi
Dari Kecamatan Singingi Hilir, kegiatan ini diikuti oleh 2 Penghulu, yakni Zulfikar Ali dan Nasrul Latif, serta 4 Penyuluh Agama Islam (PAI): Mahyu Budiman, Apris Siaminingsi, Kholbi Hidayat, dan H. Isnaini. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat dan kekhidmatan, mencerminkan tekad kuat untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.
Penutup: Garda Terdepan Pelayanan Umat.
Melalui kegiatan pembinaan ini, ASN Kemenag Kuansing—termasuk jajaran KUA Singingi Hilir—diharapkan semakin siap dan sigap menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama, membina karakter bangsa, serta memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan penuh integritas.(MB)