2012, Pendidikan Gratis Fokus pada 15 Madrasah Daerah Terpencil
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (6/7) mengatakan, wacana Madrasah gratis yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang akan fokus pada 15 Madrasah yang lokasinya terpencil dengan mayoritas penduduk kurang mamp...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (6/7) mengatakan, wacana Madrasah gratis yang akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang akan fokus pada 15 Madrasah yang lokasinya terpencil dengan mayoritas penduduk kurang mampu. Salah satu Madrasah yang akan digratiskan pada tahun 2012 adalah Madrasah yang terletak di Parit Hidayat Kecamatan Kuindra Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil).
Menurut Asyari Nur, Madrasah Gratis yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2012 merupakan program rintisan Kementerian Agama dalam rangka memperluas akses dan memperkecil hambatan masyarakat untuk masuk sekolah madrasah baik ditingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupn Madrasah Aliyah (MA).
"Saat ini animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan di sekolah madrasah sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pendaftaran siswa baru di Madrasah- madrasah. Itu artinya, minat masyarakat untuk memasukkan anaknya ke madrasah sudah semakin tinggi," jelas Asyari.
Menurutnya, saat ini Kemenag melalui bidang Mapendais masih melakukan pengkajian terkait wacana pendidikan gratis bagi sekolah berbasis agama atau madrasah. Rencananya, madrasah gratis bukan hanya diperuntukkan bagi madrasah negeri saja akan tetapi juga madrasah swasta. Namun dengan melihat skala prioritas diantaranya, mayoritas masyarakat sekitar hidup dibawah garis kemiskinan, biaya operasional sekolah minim dan beberapa item lainnya. Minimal satu kabupaten kota ada satu madrasah yang digratiskan segala pembiayaannya.
"Wacana pendidikan agama gratis bisa kita lakukan dengan syarat secara bertahap, karena untuk pendidikan gratis ini butuh persiapan termasuk dana yang besar. Dimana para siswa dibebaskan dari beban pembayaran apapun, termasuk biaya pembangunan, SPP dan lain sebagainya," jelas Asyari. (msd)