Mandau (Kemenag) – 214 Jemaah Calon Haji dari Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan dan Talang Muandau pada hari Minggu, 13/04/2025 melaksanakan praktik langsung mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji seperti memakai Ikhram, Tawaf, Sa’I dan sebagainya di lapangan Masjid Besar Arafah Duri.
Kegiatan praktek langsung di lapangan ini merupakan gambaran dari rangkaian pelaksanaan ibadah haji nantinya di tanah suci menggunakan kekuatan fisik dan rutual lainnya agar jemaah lebih mudah memahaminya.
Kepala KUA Kecamatan Mandau Saim dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan manasik yang dilakukan ini upaya kita semua untuk memberikan gambaran ril sebagai salah satu implementasi dari penyelenggaraan ibadah haji dalam upaya memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan Jemaah Haji sejak sebelum berangkat ke tanah suci atau masih berada di tanah air.
“Hari ini para Bapak/ Ibu Jemaah Haji yang berangkat ke tanah suci pada tahun 2025 ini, akan melaksanakan praktek dan peragaan manasik haji, sebagai lanjutan dan kelengkapan dari kegiatan manasik 2025 di dalam ruangan,” jelas Saim
“Dalam beberapa hari yang lalu materi manasik telah disampaikan oleh pembimbing waktu pembelajaran di dalam masjid arafah dengan teori, maka hari ini dilakukan dengan praktek secara langsung di lapangan. Diharapkan Jemaah lebih memahami rangkaian rencana perjalanan ibadah haji mulai dari Asrama Embarkasi, di Bandara Arab Saudi, sampai berlanjut bagaimana cara-cara thawaf, sa’i, kegiatan Armuzna, saat melempar jumrah, serta pelaksanaan wajib, dan rukun haji lainnya. Untuk itu Bapak/ Ibu Jemaah bisa memanfaatkan praktek manasik haji ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Saim.
Selain itu Kepala KUA Kecamatan Mandau Saim juga berharap agar seluruh jemaah manasik yang hadir saat ini dapat mengikuti praktik dengan baik dan penuh semangat sampai akhir kegiatan.
Praktek manasik haji di lapangan ini dipandu oleh ustadz H. Muhammad Azhar dan Ustadz Bustami selaku Petugas Pembimbing Ibadah Haji (PPIH) Kloter. Dalam Arahannya Ustadz H. Muhammad Azhar mengatakan “Menjalankan ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang baik karena ibadah haji identik dengan ibadah amali badani atau ibadah fisik, karena itu sebisa mungkin para jamaah agar mampu menjaga kondisi kesehatan, hingga selesainya pelaksanaan ibadah haji nantinya”.
Mengakhiri rangkaian praktek manasik ibadah haji ini Ustadz
Muhammad Azhar berpesan “Melaksanakan Ibadah haji itu berat jika dilaksanakan
tanpa pemahaman manasik haji yang baik. Untuk itu Bapak/ Ibu jemaah haji masih
ada kesempatan untuk mempelajari hal ikhwal manasik haji ini. Kami berharap
kita semua dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji sesuai dengan yang di syariatkan
oleh agama kita, agama Islam. Semoga menjadi haji yang mabrur, sehat dan
barokah”.Â
Â
Â
Â