Indragiri
Hulu (Kemenag) – Sebanyak 244 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten
Indragiri Hulu resmi berkompetisi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)
tingkat kabupaten yang digelar di MAN 1 Indragiri Hulu pada Kamis (11/9).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag
Inhu, Hendriadi, yang menegaskan bahwa OMI bukan sekadar lomba akademik, tetapi
juga wadah pembentukan karakter siswa.
Dalam
sambutannya, Hendriadi mengingatkan pentingnya kejujuran dan sportivitas. “Saya
berharap anak-anak tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung
tinggi nilai kejujuran. Karena prestasi sejati bukan sekadar medali, melainkan
karakter baik yang lahir dari prosesnya,” ujarnya.
OMI
menjadi ajang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah serta
memotivasi siswa agar lebih giat belajar. Para pemenang tingkat kabupaten
nantinya akan melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi hingga nasional. Hal
ini membuka peluang bagi siswa madrasah Inhu untuk mengharumkan nama daerah di
kancah yang lebih luas.
Selain
berdampak pada peningkatan kualitas akademik, kompetisi ini juga dinilai
mendorong madrasah untuk memperkuat kurikulum dan kualitas pengajaran. Dengan
demikian, keberadaan OMI memberi manfaat ganda, baik bagi siswa sebagai
individu berprestasi maupun bagi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang
adaptif dan kompetitif.
Salah
seorang guru pendamping menyebut OMI sebagai peluang emas bagi siswa untuk
mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri. “Anak-anak yang ikut
lomba jadi lebih termotivasi belajar. Bahkan yang belum menang pun mendapat
pengalaman berharga yang tidak mereka dapatkan di kelas,” katanya.
Secara
tidak langsung, ajang ini juga berdampak pada masyarakat karena menghasilkan
generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam
pembangunan daerah.
(Reski)