Indragiri
Hulu (Kemenag) – Upaya peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah
kembali diperkuat melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) PAI. Pada Rabu
(03/09/2025), Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Indragiri Hulu bersama staf dan sebanyak 304 guru PAI
se-Kabupaten Inhu batch 3 APBN Tahun 2025 mengikuti pembukaan PPG secara
virtual melalui Zoom Meeting dan YouTube. Acara ini dibuka langsung oleh
Menteri Agama RI.
PPG
bagi guru PAI menjadi langkah penting untuk melahirkan tenaga pendidik yang
profesional, berkompeten, serta mampu menghadirkan pembelajaran agama yang
lebih kontekstual, moderat, dan berdaya guna.
Kasi
PAIS Kemenag Inhu menyampaikan bahwa keikutsertaan ratusan guru PAI dalam PPG
ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan
agama di sekolah.
“Guru
PAI adalah ujung tombak pembinaan karakter dan moderasi beragama di sekolah.
Dengan mengikuti PPG, mereka tidak hanya memperoleh sertifikasi profesi, tetapi
juga bekal metodologi dan wawasan baru untuk mengajar secara profesional dan
relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.
Dampak
langsung dari program ini adalah meningkatnya kompetensi pedagogik dan
profesional guru PAI. Hal ini akan dirasakan oleh para siswa melalui proses
pembelajaran yang lebih menarik, inovatif, dan sesuai kebutuhan generasi muda.
Sementara
dampak tidak langsungnya adalah penguatan karakter dan moderasi beragama di
tengah masyarakat. Guru yang berkompeten akan menanamkan nilai toleransi,
kedisiplinan, serta akhlak mulia sejak dini, sehingga generasi muda lebih siap
menghadapi arus globalisasi tanpa kehilangan jati diri keislaman.
“Investasi
terbesar dari PPG ini adalah lahirnya generasi yang religius, moderat, dan
berintegritas. Guru PAI berperan penting dalam memastikan anak-anak kita tidak
hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter,” tambah Kasi PAIS.
Dengan
jumlah peserta yang mencapai 304 orang, keikutsertaan guru PAI Inhu dalam PPG
tahun ini menunjukkan komitmen kuat daerah dalam mendukung peningkatan kualitas
pendidikan agama. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah
membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan berbasis nilai.
(Reski)