0 menit baca 0 %

392 Santri RA Ikuti Manasik Haji ke-14 IGRA Wilayah II Pelalawan

Ringkasan: Pangkalan Kuras (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menghadiri kegiatan Manasik Haji ke-14 yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) PC Wilayah II pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan akbar tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Camat Pangkalan K...

Pangkalan Kuras (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menghadiri kegiatan Manasik Haji ke-14 yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) PC Wilayah II pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan akbar tersebut berlangsung di Lapangan Kantor Camat Pangkalan Kuras dan diikuti sebanyak 392 santri RA serta 65 guru pendamping. Mereka berasal dari 12 RA yang tersebar di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kerumutan, Pangkalan Lesung, dan Ukui.

Acara berlangsung semarak dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kakankemenag Pelalawan Syafwan, Pengawas RA Syafrudin, Ketua PC IGRA Wilayah II Sulasmi, perwakilan Polsek Pangkalan Kuras, perwakilan Camat, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pejabat ini menambah semangat para guru dan santri untuk mengikuti kegiatan hingga tuntas.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surah pendek Al-Fatihah dan An-Nas yang dipandu salah seorang guru RA dan diikuti seluruh santri secara serempak. Setelah itu, doa bersama dipimpin oleh Pengawas RA Syafrudin, memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan.

Dalam kesempatan sambutannya, Ketua PC IGRA Wilayah II, Sulasmi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya manasik haji yang sudah menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini sangat penting karena memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi anak-anak.

“Dengan adanya praktik langsung seperti manasik haji, santri RA dapat memahami dan mengingat pelajaran dengan lebih mudah. Kami berharap pembelajaran ibadah yang dilakukan sejak dini, baik shalat, hafalan surah pendek, maupun manasik haji ini, dapat menjadi bekal penting untuk kehidupan mereka kelak,” ungkap Sulasmi.

Lebih jauh, Sulasmi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, khususnya kepada Kakankemenag Syafwan dan Pengawas RA Syafrudin, yang telah meluangkan waktu untuk hadir memberikan pembinaan serta dukungan moral bagi para guru dan santri.

Sementara itu, Kakankemenag Pelalawan Syafwan dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras IGRA dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar praktik ibadah, tetapi juga bentuk pendidikan karakter yang menanamkan nilai keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah sejak usia dini.

“Anak-anak RA ini masih sangat polos. Apa yang kita ajarkan kepada mereka, itulah yang akan mereka lakukan. Karena itu, pendidikan agama harus diberikan dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan daya pikir mereka. RA adalah Raudhatul Athfal, yang berarti taman bagi anak-anak. Di sinilah mereka belajar agama dengan cara yang menyenangkan, sambil tetap bermain sesuai usianya,” jelas Syafwan.

Setelah memberikan sambutan, Kakankemenag Syafwan secara resmi membuka kegiatan manasik haji dengan penuh khidmat. Seluruh santri kemudian melaksanakan manasik haji secara bergiliran per RA, dimulai dari thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga tahapan lainnya. Meskipun cuaca cukup terik, para santri tetap terlihat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan, didampingi guru-guru mereka masing-masing yang sabar membimbing.

Kemeriahan semakin terasa ketika anak-anak mengenakan pakaian ihram sederhana dan mengikuti prosesi dengan penuh semangat. Para guru pun tampak berperan aktif dalam mengarahkan santri agar memahami makna dari setiap rukun dan tata cara ibadah haji yang dipraktikkan.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama setiap RA bersama jajaran Kemenag Pelalawan dan tamu undangan. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan RA. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran RA sebagai pondasi awal pendidikan agama Islam bagi anak-anak di Pelalawan.(dbs)