Kuansing (Kemenag) – Sebanyak 4 orang Penghulu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mengikuti Pelatihan Penguatan Kompetensi Penghulu se-Riau, yang digelar mulai 25 hingga 30 Agustus 2025 di Hotel Alpha Pekanbaru.
Peserta dari Kemenag Kuansing terdiri dari Alek Saputra (Penghulu KUA Kuantan Mudik), Jamalus (Penghulu KUA Kuantan Hilir), Mustafa (Penghulu KUA Benai), dan Sari Ulal Maufhira (Penghulu KUA Hulu Kuantan).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PW Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Riau bekerja sama dengan Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru, dan diikuti oleh 38 penghulu se-Provinsi Riau.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd, dalam arahannya saat pembukaan menegaskan bahwa penghulu merupakan ujung tombak layanan keagamaan di masyarakat. Menurutnya, penghulu tidak hanya bertugas dalam urusan pernikahan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat moderasi beragama.
“Dengan pelatihan ini, kita berharap lahir penghulu yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas serta sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Muliardi.
Sementara itu, Ketua PW APRI Riau, Dr. H. Suhardi, MA, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi penghulu. “Pelatihan ini adalah investasi pengetahuan. Ibarat Pacu Jalur, jika ingin menang jangan berhenti mendayung. Begitu juga penghulu, harus terus meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi dasar penghulu, mencakup aspek hukum, regulasi kepenghuluan, hingga pemantapan etika profesi. Melalui pelatihan ini, para penghulu diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang perkawinan dan pembinaan masyarakat. (snz)