0 menit baca 0 %

40 Penyuluh Agama Kristen Ikut Pembinaan 2024

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Acara Pembinaan Penyuluh Agama Kristen di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sukses dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 14 Mei 2024 bertempat di Hotel Drego Pekanbaru. Sebanyak 40 orang Peserta Penyuluh Agama Kristen dari daerah kota dan kabupaten se-provinsi R...

Pekanbaru (Humas)- Acara Pembinaan Penyuluh Agama Kristen di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sukses dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 14 Mei 2024 bertempat di Hotel Drego Pekanbaru.

Sebanyak 40 orang Peserta Penyuluh Agama Kristen dari daerah kota dan kabupaten se-provinsi Riau hadir dalam acara tersebut. Penyuluh Agama Kristen yang hadir terdiri dari Penyuluh Agama Kristen PNS 1 orang, Penyuluh Agama Kristen PPPK 5 orang, dan Penyuluh Agama Kristen Non PNS sebanyak 34 orang. Hadir juga beberapa Penyelenggara Kristen yaitu: Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Pekanbaru, Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Dumai, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Kampar, Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Pelalawan, dan Penyelenggara Kristen Kemenag Kab. Siak. Acara ini dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Pembimas Kristen Riau Armin Antoni Silaban, S.Th.,M.IP.

Pada acara pembukaan tersebut, Pembimas Kristen Riau menyemangati Penyuluh Agama Kristen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dan memberikan arahan agar dapat berperan aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE. 2 Tahun 2024.

“Mohon keseriusan daripada teman-teman Penyuluh Agama Kristen agar dalam kegiatan penyuluhannya dapat mensosialisasikan dan memberikan edukasi mengenai (1) Pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting; (2) Penanggulangan Kemiskinan; (3) Pemberdayaan Ekonomi; dan (4) Pelestarian Lingkungan Hidup, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE. 2 Tahun 2024," jelasnya.

Selain itu AAS sapaan Pembimas Kristen Riau dalam arahannya menghimbau agar Penyuluh Agama Kristen dapat terlibat dalam pendataan administrasi gereja. “Mari rekan-rekan Penyuluh Agama Kristen melalui koordinasi dengan Penyelenggara Kristen di daerah Bapak/Ibu masing-masing agar dapat menjemput bola untuk melakukan pendataan administrasi gereja hingga diterbitkannya STL gereja” imbuhnya.

Dalam arahannya juga beliau mendorong Penyuluh Agama Kristen agar dapat menggunakan media sosial sebagai sarana dalam publikasi penyuluhannya.

“Sekarang ini kita telah masuk dalam era transformasi digital oleh sebab itu bapak/ibu dalam publikasi penyuluhannya agar dapat mengoptimalkan media sosial seperti, chanel youtube, facebook, instagram, dan media sosial lainnya” ujarnya

Selanjutnya di hari pertama acara tersebut ada dua narasumber yang menyampaikan pemaparan materi. Materi pertama tentang Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Agama Kristen disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Penyuluhan Ditjen Bimas Kristen, Ibu Suriana Sitompul, M.Th dan materi kedua tentang sosialisasi dan pelatihan e-PAKris disampaikan oleh Adhe Bagus Hermawan, S.Th. 

Materi selanjutnya di hari kedua yaitu tentang Pencegahan Stunting disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Prov. Riau, Ibu Yaneliza, SKM.,M.Kes. 

Terlihat para peserta sangat menikmati kegiatan pembinaan penyuluh agama kristen ini. Antusiasme peserta terlihat pada saat sesi diskusi di mana peserta menggali materi lebih dalam lagi melalui pertanyaan-pertanyaan dan sharing tentang permasalahan-permasalahan yang sering di temukan di masyarakat terkait dengan materi yang disampaikan.

Pembinaan Penyuluh Agama Kristen di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun 2024 ditutup pada hari ke dua oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Bapak Dr. H. Muliardi, M.Pd. Dalam sesi acara penutupan, suasana keakraban dirasakan oleh para Penyuluh Agama Kristen tatkala Beliau memberikan motivasi dan arahan dengan penuh kehangatan kepada para peserta. Ia menyampaikan agar para Penyuluh Agama Kristen dalam menjalankan tugas dan fungsinya supaya dapat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang program-program pemerintah khususnya Program Prioritas Pemerintah dalam Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE 2 Tahun 2024.

“Bapak/Ibu Penyuluh Agama sebagai garda terdepan dan ujung tombak menjadi suluh dimasyarakat kiranya dapat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang program-program pemerintah khususnya Program Prioritas Pemerintah dalam Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE 2 Tahun 2024” jelasnya.

Beliau juga memberikan pencerahan kepada para Penyuluh Agama Kristen melalui ruang diskusi dimana para peserta menyampaikan kendala-kendala yang sering dihadapi dalam menjalankan tugas dan fungsinya di lapangan. 

Setelah acara ditutup, para peserta saling beramah-tamah dan dilanjutkan dengan foto bersama. (ian)
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240516_025002_252.sdocx-->