0 menit baca 0 %

40 Peserta Ikuti Kegiatan FGD Deteksi Dini Konflik Sosial Berdemensi Keagamaan

Ringkasan: Kuansing (Kemenag)- Sebanyak 40 orang peserta dari Kepala KUA, penyuluh, dan perwakilan ormas keagamaan di Kabupaten Kuansing mengukuti kegiatan Forum Group Diskusion (FGD) penguatan cegah dini dan diteksi dini Konflik sosial berdimensi Keagamaan tahun 2025.

Kuansing (Kemenag)- Sebanyak 40 orang peserta dari Kepala KUA, penyuluh, dan perwakilan ormas keagamaan di Kabupaten Kuansing mengukuti kegiatan Forum Group Diskusion (FGD) penguatan cegah dini dan diteksi dini Konflik sosial berdimensi Keagamaan tahun 2025. kegiatan dilaksanakan Selasa (22/7/2025) di aula Kemenag Kuansing.

Kegiatan dihadiri Kakan Kemenag Kuansing diwakili Kasubag TU Dr. H. Bahtiar Saleh. MH, Kasi Bimas Islam H. Bahrul Iswandi. SH. MH, serta dari Urais Kanwil Riau diwakili oleh Pak Khairul dan Pak Akbar.

Kasi Bimas Islam, Bahrul Iswandi dalam Laporan nya menyampaikan, peserta sebanyak 41 orang. 

"Bukan bearti daerah kita rawan konflik, tapi perlu deteksi dini", ujarnya. 

Oleh sebab itu perlu duduk bersama, untuk membicarakan  hal- hal yang berkaitan dengan potensi konflik tersebut.

Sementara itu Kasubag TU H. Bahtiar Saleh dengan panjang lebar memaparkan materi tentang deteksi dini ini." Kuansing sebetulnya sudah sangat moderat, tapi potensi interen itu tentu ada, seperti beberapa aliran keagamaan yang pernah muncul yang bisa menimbulkan gesekan ditengah masyarakat ", tambahnya. 

Kepada kepala KUA dan penyuluh agama diharapkan aktif mendeteksi dini hal-hal tersebut diwilayah tugas masing-masing. 

Dari beberapa Kepala KUA menyampaikan, beberapa potensi konflik itu sebagian besar bisa diselesaikan bersama instansi terkait. Namun demikian perkembangan paham keagamaan terus dipantau sebagai bentuk deteksi dini pencegahan konflik ditengah masyarakat. (AD)