0 menit baca 0 %

447 Jamhaj Kloter 10 BTH Mendarat Pukul 19.40 Wib

Ringkasan: Batam, 12/12 (Humas) Sebanyak 447 Jamaah haji (jamhaj) Kelompok Terbang Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar asal Provinsi Riau ttiba di bandara Hang Nadim Batam setelah pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat pada pukul 19.40 wib pada tanggal 12 Desember 2009.
Batam, 12/12 (Humas) Sebanyak 447 Jamaah haji (jamhaj) Kelompok Terbang Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar asal Provinsi Riau ttiba di bandara Hang Nadim Batam setelah pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat pada pukul 19.40 wib pada tanggal 12 Desember 2009. Keterlambatan jadwal pemulangan dari Tanah Suci ke Tanah Air sudah menjadi hal yang biasa bagi Debarkasi Batam sebab mulai dari Kloter 01 hingga Kloter 10 Delay masih belum teratasi. Jamaah haji Kloter 10 BTH langsung disambut oleh Bupati Rokanhulu Drs. H. Ahmad di bandara Hang Nadim, didampingi Sekretaris PPIH Debarkasi Batam Drs. H. Erizal Abdullah MH, Kakandepag Kabupaten Rokan Hulu Drs. H. Abdul Rahman Zakaria beserta para pejabat di lingkungan Pemkab Rokan Hulu dan Kampar. Setelah mengikuti proses pemeriksaan buku kesehatan dan pembubuhan stempel oleh petugas imigrasi, sekitar pukul 21.30 wib jamaah haji tiba di Asrama haji untuk mengikuti proses penyambutan oleh PPIH Debarkasi Batam dan dilanjutkan laporan Ketua Kloter 10 BTH. H. Masyur, S.Ag Ketua Kloter 10 BTH dalam laporannya mengatakan sebelum seluruh jamaah haji Kloter 10 menaiki pesawat, satu jamaah haji Kloter 10 wafat usai shalat maghrib setelah sebelumnya sempat dirawat di Badan Pengobatan Haji Indonesia di Jeddah sebelumnya dengan gejala penyakit TBC, akhirnya almarhum dan istrinya tidak diberangkatkan ke tanah air, dengan demikian satu Jamhaj Kloter 10 Wafat, satu masih tinggal di Jeddah, dan jumlah jamaah yang kembali berjumlah 447 orang. Lebih lanjut saat berada ditanah suci hal yang perlu mendapat perhatian adalah masalah tranasportasi, sebab jarak pemondokan ke masjidil haram berjarak 2,8 km. Saat berada di tanah suci berbeda realisasinya, tidak seluruh jamaah yang mendapatkan transportasi. Hal ini sudah kami laporkan kepada petugas terkait namun, kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Hal inilah yang dikeluhkan jamaah agar perlu mendapat perhatian ditahun yang akan datang. Sambal cabe makanan juga menjadi masalah bagi Jamaah Kloter 10 BTH yang mayoritas masyarakat melayu, sebab sambal cabe yang tersedia hanya cabe botol berbentuk saos, sedangkan masyarakat kita pada umumnya saat makan menggunakan cabe giling alami yang cabe tersebut berbeda dengan cabe yang ada di Tanah Air, Saat saya bertanya kepada salah satu koki disana, petugas koki tersebut menjawab : kalau saya kasi makan jamaah dengan cabe, nanti jamaah sakit perut, saya salah-saya salah, ujar koki tersebut kepada H. Mansyur. Sekitar pukul 07.40 was pada tanggal 12 Desember 2009 barulah rombongan Kloter 10 BTH berangkat meninggalkan bandara king Abdul Aziz Jeddah, Alhamdulillah pukul 19.37 wib kami mendarat di bandara hang Nadim Batam. Kepada seluruh jamaah haji Kloter 10 BTH kami meminta maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kesalahan atau kurangnya pelayanan yang kami berikan. Sementara itu Kakandepag Kab. Rokan Hulu dalam sambutannya kepada 32 Jamhaj dan 410 jamhaj Rohul, dan 2 Jamhaj asal Kota Pekanbaru pada Kloter 10 mengucapkan selamat datang ke tanah air. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas Kloter dan Karu Karom yang telah menjalankan tugasnya selama mendampingi jamhaj. Doa kami selalu menyertai seluruh jamaah sehingga dapat kembali ketanah air dengan selamat, dengan telah kembalinya ke tanah air hendaknya kemabruran ini dapat diterapkan dilingkungan keluarga. (nik)