0 menit baca 0 %

449 Jch Kloter 9 BTH Asal Pekanbaru diberangkatkan ke Medinah

Ringkasan: Batam, 31/10 (Humas) Sebanyak 449 jamaah calon haji kloter 9 BTH yang berasal dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau Secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Kakanwil Dep. Agama Provinsi Kepri Drs.H.Razali Jaya di gedung arafah asrama haji Batam sekitar pukul 07.00 wib.
Batam, 31/10 (Humas) Sebanyak 449 jamaah calon haji kloter 9 BTH yang berasal dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau Secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Kakanwil Dep. Agama Provinsi Kepri Drs.H.Razali Jaya di gedung arafah asrama haji Batam sekitar pukul 07.00 wib. Hadir dalam acara pelepasan tersebut Kakandepag Kota Batam, Kasi Penyuluhan Haji dan Umroh Dep. Agama Riau, Kasi Haji dan Umroh Dep. Agama Kota Pekanbaru beserta para undangan lainnya. Sekretaris PPIH Embarkasi Batam dalam laporannya saat melepas keberangkatan jch Kloter 9 BTH menyebutkan jch yang berangkat dalam kloter 9 BTH ini berjumlah 449 jch, dengan rincian 197 jch pria dan 252 jch wanita. Sedangkan jch yang sudah pernah haji berjumlah 5 orang dan belum pernah haji sebanyak 444 orang. Jch tertua kloter 9BTH bernama Darmin Ramali bin Malin Malelo berumur 82 tahun dan jch termuda bernama Roamanzen Purba bin Muh Jadi. Berdasarkan laporan Sekretaris PPIH Embarkasi Batam menyebutkan bahwa jch kloter 9 BTH yang seharusnya berangkat berjumlah 450 orang, namun terdapat satu orang jch wafat didaarah (pekanbaru) sebelum diberangkatkan ke Batam Atas nama Nazri bin Nazaruddin Injil. Kloter 9 BTH yang mengangkut jch Kota Pekanbaru ini menurut jadwal akan berangkat pukul 10.00 wib dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia Ariline akan tiba di Medinah pukul 15.05 was. Selain itu kloter 9 BTH mendapat fasilitas pemondokan diwilayah pemondokan Bakhutmah. Kakanwil Dep. Agama Provinsi Kepri dalam sambutannya kepada jch kloter 9BTH mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan jch dalam melaksanakan ibadah haji, yang pertama jch berangkat untuk beribadah, oleh sebab itu jch diharapkan dapat melaksanakan seluruh rukun dengan sempurna sebagaimana dengan ilmu manasik yang merupakan modal dan jangan sampai jch tidak tahu dengan rukun haji oleh sebab itu jch diminta untuk mengkoordinir seluruh kegiatan sehingga seluruh rukun haji dapat terlaksana. Yang kedua Kakanwil berpesan agar jch tidak melakukan perbuatan yang fasik dan ketiga jangan berbantah-bantah antar sesama. Selamat menjalankan ibadah haji dan semoga kembali dengan membawa predikat haji yang mabrur. (nik)