0 menit baca 0 %

45 Peserta Ikuti dialog Sadar Kerukunan Lintas Tokoh dan Lembaga Keagamaan

Ringkasan: Kuansing (inmas) - Sebanyak 45 orang peserta mengikuti kegiatan dialog sadar kerukunan lintas tokoh dan lintas lembaga keagamaan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Subag Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau di gelar Selasa (31/8) di aula Kemenag Kuansing.       Kegiatan di...

Kuansing (inmas) - Sebanyak 45 orang peserta mengikuti kegiatan dialog sadar kerukunan lintas tokoh dan lintas lembaga keagamaan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Subag Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau di gelar Selasa (31/8) di aula Kemenag Kuansing. 

      Kegiatan dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau Dr. Mahyudin, MA. Selain itu juga hadir Kakan Kemenag Kuansing Drs. H. Jisman MA, dan sejumlah pejabat di Kemenag Kuansing. 

      Menurut ketua pelaksana Elviandana, SH kegiatan ini diikuti oleh beberapa unsur dan utusan organisasi keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, Penyuluh Agama Islam dan beberapa unsur yang lain. 

      Kakan Kemenag Kuansing Drs. Jisman MA dalam sambutannya mengatakan, penduduk Kabupaten Kuansing berjumlah sekitar 3 ribu lebih. 

    Dari jumlah tersebut terdiri dari berbagai suku, agama dan ormas dan masyarakat hidup dengan berbagai profesi dan mata pencaharian . Ini merupakan gambaran kemajemukan di daerah Kuansing. 

      Dengan jumlah penduduk yang banyak dan majemuk ini merupakan tugas tokoh dan pemuka agama menjaga kerukunan beragama. "Jika salah mengurus kebinekaan ini bisa bencana",ujarnya. 

      Lebih jauh dijelaskan, bangsa Indonesia sudah lebih kurang 76 tahun menjaga ke binekaan. Karena perbedaan itu sendiri merupakan suatu keniscayaan. 

     Maka melalui dialog kerukunan ini diharapkan akan timbul saling menghargai. Karena semakin sering mendialogkan perbedaan maka akan semakin terbuka solusi terhadap sebuah persoalan. "Mari jadikan perbedaan sebagai potensi ",ujarnya lagi. 

       Dalam pada itu kepala Kekanwil Provinsi Riau Dr. Mahyudin. MA pada kesempatan itu mengatakan, secara nasional penduduk Indonesia saat ini sekitar 276 juta jiwa, 17.504 pulau, 1.340 suku, 652 bahasa daerah, dan 6 agama yang dilayani. 

      Dengan besarnya jumlah penduduk suku dan agama dan keberagaman ini bukan hal yang mudah untuk menjaga dan merawatnya. 

      Kementerian agama sendiri memiliki beberapa tugas dalam menjaga kerukunan ini. Seperti, meningkatkan kesalehan umat beragama. Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama. 

     Sedangkan dua nara sumber yang hadir adalah Ketua FKUB Kuansing, H. Bahtiar Saleh MH yang memaparkan tentang peranan FKUB dalam merawat kerukunan umat beragama. 

      Sedangkan nara sumber yang lain, H. Marjoni, M.Ag juga menyampaikan materi dengan panjang lebar mengenai moderasi beragama. (AD)