0 menit baca 0 %

5008 Jamaah Provinsi Riau Batal Berangkat Haji, Ka. Kanwil : Jamaah Dapat Lebih Matangkan Persiapan Tahun 1443 H

Ringkasan: Riau (Inmas) - Setelah awal Juni pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama mengumumkan pembatalan keberangkatan haji 1441 H /2021 M, Pemerintah Arab Saudi (12/6/21) mengumumkan skema haji hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (Ekspatriat) yang tinggal disana dengan jumlah kuota 60ribu.

Riau (Inmas) - Setelah awal Juni pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama mengumumkan pembatalan keberangkatan haji 1441 H /2021 M, Pemerintah Arab Saudi (12/6/21) mengumumkan skema haji hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (Ekspatriat) yang tinggal disana dengan jumlah kuota 60ribu. Hal tersebut disebabkan karena pandemi covid - 19 belum mereda.

Pernyataan tersebut berdampak terhadap 5008 Jamaah haji asal Prov. Riau yang batal berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan Rukun Islam Ke Lima tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA didampingi Kasi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji H Rahmat Suhadi S HI M Pd mengatakan dengan telah dikeluarkannya maklumat dari pemerintah  Arab Saudi tentang pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 H hanya untuk warga negara saudi dan ekspatriat, maka Arab Saudi tidak menerima jamaah haji dari luar yang telah di tentukannya.

"Pemerintah Arab Saudi mengumumkan haji hanya dibuka untuk domestik dan Ekspatriat saja. Dengan menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman Covid-19 yang belum reda. Jumlah kuota ditetapkan pun hanya 60 ribu jamaah, sehingga protokol kesehatan dapat dilaksanakan".

Lebih lanjut Ka. Kanwil mengatakan dengan dikeluarkannya keputusan tersebut juga mengakhiri polemik atau munculnya informasi hoaks selepas pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 3 Juni lalu. 

"Keputusan Saudi sejalan dengan ketetapan yang telah dibuat oleh pemerintah yang lebih mengedepankan keselamatan jemaahnya. Diharapkan kepada masyarakat untuk patuh menjaga protokol kesehatan agar Covid segera berakhir sehingga tahun depan haji bisa dilaksanakan dan kita sudah siap untuk itu,".

Diakhir wawancara Mahyudin berpesan bahwa hikmah dengan ditundanya kembali pelaksanaan haji tahun ini memberi peluang kepada jamaah untuk lebih mematangkan persiapan pelaksanaan haji untuk Tahun 1443 H.

"jamaah yang batal berangkat tahun ini dapat lebih mematangkan persiapannya, bisa memperlajari ilmu manasik dan tuntunan ibadah haji lainnya lebih baik. Ada hikmah di sebalik pembatalan haji tahun ini". 

Sedangkan Jamaah haji asal Kab. Bengkalis Adnan bin yahya (72) berharap "ditahun 2022 bisa diprioritas untuk berangkat dan saya ikhlas dengan keputusan pemerintah karena masalah Covid" 

"Kami menerima dengan ikhlas dan senang hati sepenuhnya atas keputusan pemerintah yang membatalkan haji tahun 2021 karena wabah pandemi dari seluruh dunia, memang kita akui berkeinginan mengunjungi baitullah, tetapi yakin lah terkadang rencana Allah dan kita selalu bertentangan dan kita yakini bahwa rencana Allah itu lah yang terbaik". tutur Ibrahim Jamaah Haji Asal Kab Pelalawan

Adapun jamaah haji Prov.  Riau yang batal berangkat berjumlah 5008, dengan rincian sebagai berikut :

Pekanbaru berjumlah 930 Jamaah, Kampar berjumlah 938 Jamaah, Bengkalis berjumlah 345 Jamaah, Pelalawan berjumlah 352 Jamaah, Rohil berjumlah 286 Jamaah, Rohul berjumlah 466 Jamaah, Inhil berjumlah 732 Jamaah, Inhu berjumlah 194 Jamaah, Dumai berjumlah 164 Jamaah, Siak berjumlah 213 Jamaah, Kuansing berjumlah 245 Jamaah, dan Meranti berjumlah 142 Jamaah.