55 Santri Riau Bersaing Masuk 12 Universitas Ternama di Indonesia
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 55 orang santri dan santariwati dari berbagai pondok pesantren (PP) di Riau bersaing ketat untuk mendapatkan Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2011. Persaingan tersebut berlansung sejak 2- 5 Mei 2011 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 55 orang santri dan santariwati dari berbagai pondok pesantren (PP) di Riau bersaing ketat untuk mendapatkan Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2011. Persaingan tersebut berlansung sejak 2- 5 Mei 2011 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. Mereka yang lolos seleksi akan memasuki Universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Gajah Mada, UIN HIdayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan beberapa universitas lainnya.
Kepala Bidang Pekapontren, Drs H Abdul Muis, melalui Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Herra Firmansyah S Ag, Jumat (29/4) mengatakan, Bidang Pekapontren Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau saat ini tengah melakukan seleksi peserta program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2011.
Menurutnya, penyeleksian peserta PBSB tahun 2011 merupakan program Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam cq. Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri favorit di Indonesia.
"Ada 12 perguruan tinggi yang menjadi pilihan para peserta POBSB, yaitu Universitas Gajah Mada, UIN HIdayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Walisongo Semarang, UIN Malik Ibrahim Malang, IPB Bogor, ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, ITB, Universitas Mataram, UPI Bandung, dan UI. Program ini terbuka untuk santri- santri berprestasi kelas 3 Madrasah Aliyah sederajat untuk mengikuti tes calon mahasiswa program S1," jelas Herra.
"Program PBSB merupakan prgram pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri berprestasi, yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi yang telah menjalin kerjasama dengan Kemenag RI. Jadi mereka yang ikut seleksi saat ini tidak semuanya lulus, karena setiap universitas hanya satu atau dua orang saja yang ditermia," jelasnya. (msd)