0 menit baca 0 %

60 Siswa Riau Ikut Pesantren Kilat Pekan Isra Miraj 1431 H

Ringkasan: Pekanbaru (HUMAS)- Sebanyak 60 orang siswa SMA sederajat utusan kabupaten dan kota se Provinsi Riau ikus Pesantren Kilat Pekan Isra Miraj 1431 H/ 2010 M yang ditaja oleh Kemenag Riau bekerjasama dengan Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) 3-4 Juli 2010 di Aula Kemenag Riau Jalan Sudirman Pekanbaru...
Pekanbaru (HUMAS)- Sebanyak 60 orang siswa SMA sederajat utusan kabupaten dan kota se Provinsi Riau ikus Pesantren Kilat Pekan Isra Miraj 1431 H/ 2010 M yang ditaja oleh Kemenag Riau bekerjasama dengan Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) 3-4 Juli 2010 di Aula Kemenag Riau Jalan Sudirman Pekanbaru. Ketua Panitia Penyelenggara Pekan Isra Miraj 1431 H, H Edi Tasman, S Ag, Ahad (4/7) mengatakan, pesantren kilat yang dilaksanakan dalam dua priode tersebut, yaitu Sabtu - Minggu merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Isra Miraj yang dilaksanakan oleh Kemenag dan FKLD sejak 1-8 Juli 2010 di beberapa lokasi kegiatan. "Pesantren kilat ini diikuti 60 orang pelajar terdiri dari 30 putra dan 30 putri dari sekolah SLTA/ MA sederajat. Setiap SLTA sederajat di Kabupaten dan Kota mengirimkan dua orang pesertanya untuk mengiktui pesantren kilat ini," jelas Edi Tasman sambil menyebtukan bahwa penanggung jawab dari Pesantren Kilat tersebut langsung oleh Pelajar Islam Indonesia (PII). Ia menjelaskan, untuk materi yang disampaikan pada Pesantren Kilat Pekan Isra Miraj 1431 H terkait dengan managemen leadership atau kepemimpinan, akidah, tauhid, muamalah dan materi lain yang menyangkut perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda Islam saat ini. Ditambahkannya, sebelumnya panitia gabungan Pekan Isra Miraj 1431 H telah menggelar beberapa kegiatan, seperti perlombaan Musabaqah Nada dan Dakwah dan perlombaan penyelenggaraan Jenazah. Selain itu juga akan digelar perlombaan pidato antar pelajar, pelatihan iman dan khatib dan pelatihan muballigh. "Seperti yang diungkapkan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, beberapa waktu lalu bahwa ormas Islam merupakan motor penggerak utama suatu kegiatan keagamaan atau syiar Islam, dan pemerintah atau kementerian Agama hanya bertindak sebagai fasilitator dan pembuat kebijakan. Oleh karena itu keberadaan ormas-ormas ini akan terus dipertahan, ditingkatkan dan diberdayakan," ucap Edi. Untuk itu, ia berharap Pekan Isra Miraj yang menaja beberapa kegiatan dan perlombaan tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat dalam berjalannya syiar Islam, khususnya di Provinsi Riau. (msd/js)