Kampar (Kemenag) – Memasuki hari
ke 2 dalam judul yang sama, sebanyak 70 orang peserta yang merupakan operator
EMIS madrasah di Kampar mengikuti Sosialisasi Implementasi Pengelolaan Modul
GTK EMIS 4.0. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kemenag Kampar dalam 2 titik,
yaitu Aula Mini dan Aula Lantai II.
Rabu (12/2/2025) merupakan jadwal
dari narasumber Admin GTK EMIS (Guru dan Tenaga Kependidikan - Education
Management Information System) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, yaitu Temmy
Maradila dan Saifuddin Anshori. Kedua narasumber masing-masing mengambil 1
lokasi aula sejak pagi hari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan
kemampuan GTK dalam mengelola data pendidikan melalui sistem EMIS.
“Output akhir dari penginputan
GTK hanya 1, yaitu pencairan tunjangan guru. Untuk Tahun 2025, yang dicairkan
adalah TPG,” ujar Temmy.
Pembahasan hari ini ialah
mengenai Program Umum GTK. Diantaranya Penyaluran Tunjangan Guru Madrasah,
Pelaksanaan PPG Guru Madrasah, Implementasi EMIS 4.0 GTK, dan Review Tunggakan
Kinerja Guru ASN.
Selain itu, para narasumber juga
terlebih dahulu memaparkan tentang aturan-aturan yang berlaku terkait Tunjangan
Guru Tahun 2025. Diantaranya ialah Kepdirjen Pendis No.7174 Tahun 2023 Tentang
Juknis Pembayaran TPG Madrasah, Kepdirjen Pendis No.7476 Tahun 2022 Tentang
Juknis Pembayaran Tukin Guru ASN Madrasah, KMA Nomor 890 Tahun 2019 Tentang
Pedoman Pemenuhan Beban Kerja Guru Sertifikasi, KMA Nomor 184 Tahun 2019
Tentang Struktur Kurikulum 2013, KMA Nomor 347 Tahun 2022 Tentang Struktur
Kurikulum Merdeka, KMA Nomor 1367 Tahun 2022 Tentang Kehadiran Guru Madrasah,
dan Kepdirjen Pendis Nomor 3932 Tahun 2021 Tentang Seleksi dan Pengangkatan
Kepala Madrasah.
“Tahun 2025 sampai dengan 2026,
Kementerian Agama menargetkan seluruh guru yang TMT maksimal 30 Juni 2023 akan
disertifikasi dalam waktu 2 tahun ini,” tambah Temmy.
Sosialisasi GTK EMIS merupakan
langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan di
Kementerian Agama. Seluruh operator dari madrasah yang mengikuti sosialisasi
diharapkan dapat berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan GTK dalam
mengelola data pendidikan melalui sistem EMIS.
(Cicy/Fatmu/Agus)