0 menit baca 0 %

80 Persen Guru Madrasah Belum Sanggup Gunakan IT

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan profesionalis guru dalam mencapai tujuan pendidikan yang berstandar nasional dan internasional adalah dengan menguasai perkembangan teknologi canggih dan menguasai fasilitas teknologi informasi, khususnya komputer, laptop dan jaringan inte...
Pekanbaru (Humas)- Kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan profesionalis guru dalam mencapai tujuan pendidikan yang berstandar nasional dan internasional adalah dengan menguasai perkembangan teknologi canggih dan menguasai fasilitas teknologi informasi, khususnya komputer, laptop dan jaringan internet. Sayangnya, hingga saat ini sekitar 80 persen guru madrasah termasuk Provinsi Riau masih belum mampu mengoperasikan informasi teknologi (IT), Komputer ataupun Laptop dalam bekerja. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Senin (11/1) usai melantik Kepala MAN Teluk Kuantan dan Indragiri Hili (Inhil) di Aula Kanwil Kemenag Riau Jalan Sudirman Pekanbaru. Menurutnya, Guru sebagai tenaga pendidik dan pencetak generasi yang berprestasi dituntut untuk mengusai informasi teknologi. Kualitas guru juga menjadi kunci utama dalam mendukung Sumber Daya Manusia (SDM), untuk itu tidak ada jalan lain, para guru diharuskan melek teknologi seperti Internet. "Untuk mengembangkan potensi di dunia pendidikan, sarana yang baik memang sangat diperlukan seperti teknlogi dan internet. Selain itu bantuan pemerintah dalam rangka menunjang aktifitas pendidikan seperti Komputer atau Laptop dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, bukan malah terbengkalai atau hanya dipergunakan oleh anaknya saja," ungkap Asyari bercermin dari contoh kasus bantuan laptop yang sama sekali tidak bisa dioperasikan oleh para guru Madrasah, khususnya guru-guru madrasah di daerah terpencil. Menurutnya, agar para guru dapat melek teknologi maka langkah pertama yang harus diketahui adalah tahu mengoperasikan computer maupun laptop untuk berbagai keperluan. Jika seorang guru sudah mampu mengoprasikan perangkat teknologi untuk keperluan pembelajaran, menjadi modal besar untuk memasuki masyarakat yang melek teknologi. "Jangan malu untuk belajar, apalagi untuk mengetahui sesuatu hal yang sangat menunjang kita dalam bekerja. Saat ini kita sudah berada pada era globalisasi yang serba canggih, dengan sistem IT semua menjadi praktis, mudah, jarak jauh menjadi dekat, dan informasi terkinipun dapat kita peroleh dengan cepat. Karena sekecil apapun pekerjaan harus kita kuasai," tegasnya. Untuk itu, Asyari berharap guru khususnya Kepala Madrasah yang baru dilantik harus bangun sikap dinamika dengan meningkatkan kinerja tampa mengedepankan sikap jahiliyah. Berlari tidak lagi lambat, tapi sudah menjadi kewajibab guru harus berlari lebih cepat dari murid. (msd)