90 Dewan Hakim Akan Tampil pada MTQ XXX
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 80 Dewan/ Majelis Hakim Provinsi Riau dan 10 Hakim Nasional akan turun memberikan penilaian pada peserta Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi Riau Tahun 2011 yang akan berlansung pada 26 November- 2 Desember 2011 di Astaka Utama Danau Raja Kabupaten Indra...
Pekanbaru (Humas)- Sebanyak 80 Dewan/ Majelis Hakim Provinsi Riau dan 10 Hakim Nasional akan turun memberikan penilaian pada peserta Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi Riau Tahun 2011 yang akan berlansung pada 26 November- 2 Desember 2011 di Astaka Utama Danau Raja Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat. Dewan/ Majelis Hakim yang tampil merupakan hakim yang sudah bersertifikat dan ahli dibidangnya.
Ketua LPTQ Provinsi Riau, Dr H Suryan A Jamrah, MA pada sambutannya di acara Orientasi Dewan Hakim, Panitera, dan Tim Seleksi MTQ XXX Tingkat Provinsi Riau 2011 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Selasa (1/11) mengakui jumlah dewan/ majelis hakim MTQ di Provinsi Riau cukup banyak, namun tidak semuanya bisa ikut serta pada MTQ XXX tahun ini.
"Hakim MTQ di Provinsi Riau ini ada sebanyak 514 orang, dari jumlah tersebut hanya bisa tercover sebanyak 80 orang. Untuk itu, hakim yang tidak dapat ikut serta pada MTQ Provinsi Riau hendaknya tetap mengambil peran dengan melakukan pembinaan- pembinaan pada khafilah di daerah masing- masing," terangnya.
Suryan A Jamrah menambahkan, ada keprihatinan yang dirasakan beberapa tahun belakangan ini, karena hakim- hakim MTQ hanya bertugas sekali setahu, yaitu pada event MTQ semata. Padahal, hakim- hakim MTQ dapat lebih berperan dalam membina dan melahirkan aktor- aktor pemain dalam MTQ, baik itu dibidang tilawah, tahfiz, tafsir, khat, syarhil, fahmil maupun bidang lain yang merupakan spesifikasi hakim bersangkutan.
"Hakim merupakan orang yang paling bertanggungjawab untuk melahirkan dan mendidik anak- anak di daerah sesuai bidangnya masing- masing. Untuk itu, hakim- hakim MTQ hendaknya berperan aktif untuk melahirkan kader- kader yang mendalami bidang keagamaan, khususnya bidang tahfiz, dimana Riau saat ini sangat minim kader yang hafal al- qur`an," jelasnya. (msd)