Tembilahan (Kemenag) – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti acara tasyakuran pembukaan PT MAS yang berlokasi di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, pada Kamis (26/6/2025). Di tengah jajaran pimpinan perusahaan, forkopimcam, serta tokoh adat dan masyarakat, kehadiran Abdul Azis, Penyuluh Agama Islam menjadi sorotan utama, karena perannya yang sentral dalam mengisi sisi spiritual acara tersebut.
Acara yang menandai dimulainya operasional PT MAS ini
dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari pimpinan perusahaan dan jajaran
direksi, karyawan, hingga tokoh penting daerah. Terlihat hadir pula Plt. Camat
Kemuning, Edy Novarizar, yang merupakan pejabat tertinggi dalam acara tersebut.
Dalam rangkaian acara tasyakuran, Abdul Azis dipercaya untuk
mengemban tiga peran penting: sebagai pembaca tilawah Al-Qur'an, pemberi
tausiah, dan pemimpin doa. Perannya ini memberikan sentuhan spiritual yang
mendalam, menjadikan momen pembukaan PT MAS bukan sekadar peresmian bisnis,
tetapi juga penanaman nilai-nilai keagamaan.
Saat membacakan tilawah, suara merdu Abdul Azis menggema,
menenangkan hati para hadirin. Kemudian, dalam tausiahnya, ia menekankan
pentingnya keberkahan dalam setiap usaha dan hubungan baik antara perusahaan
dengan masyarakat sekitar.
"Setiap langkah usaha yang kita mulai harus senantiasa
didasari niat yang tulus dan diiringi doa kepada Allah SWT," ujar Abdul
Azis dalam tausiahnya. "Pembukaan PT MAS ini semoga bukan hanya membawa
keuntungan materi, tetapi juga keberkahan bagi seluruh jajaran perusahaan dan
kesejahteraan bagi masyarakat Kelurahan Selensen,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan, "Sinergi antara dunia usaha dan
nilai-nilai agama akan menciptakan ekosistem yang harmonis dan berkelanjutan.
Mari kita jaga ukhuwah, baik antar sesama karyawan maupun dengan masyarakat
sekitar, demi kemajuan bersama."
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin
oleh Abdul Azis, memohon kelancaran dan keberkahan bagi operasional PT MAS ke
depan. Kehadiran dan peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam momen penting
seperti ini menunjukkan bahwa dimensi spiritual tak terpisahkan dari setiap
aspek kehidupan, termasuk dunia usaha. (Ria)