Tembilahan (Kemenag) โ Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemuning, Abdul Azis, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kelurahan Selensen, memimpin rapat persiapan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kelurahan Selensen. Rapat ini berlangsung pada Kamis (3/7/2025), di Kantor Lurah Selensen, Kecamatan Kemuning.
Pertemuan penting ini membahas berbagai aspek teknis
pelaksanaan STQ Kelurahan Selensen, yang rencananya akan digelar pada Minggu, 6
Juli 2025, di Masjid Al-Anshar. Topik yang menjadi fokus pembahasan meliputi
teknis acara, daftar peserta, penentuan dewan hakim, serta alokasi dana untuk
mendukung kelancaran kegiatan.
Turut hadir dalam rapat tersebut Lurah Kelurahan Selensen, Reski
Saputra, staf kantor lurah, Ketua LPTQ, dan sejumlah tokoh agama setempat,
menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan acara keagamaan ini.
Dalam arahannya, Abdul Azis menekankan pentingnya persiapan
yang matang untuk memastikan STQ berjalan lancar dan sukses. "Rapat ini
krusial untuk menyelaraskan semua elemen agar STQ Kelurahan Selensen dapat
terselenggara dengan baik dan menghasilkan qari-qariah terbaik. Kami ingin
memastikan setiap detail, mulai dari persiapan tempat hingga teknis penjurian,
berjalan sesuai rencana,โ ujar Abdul Azis.
Lebih lanjut, rapat ini juga membahas persiapan kafilah
Kelurahan Selensen yang akan mewakili daerah dalam Musabaqah Tilawatil Quran
(MTQ) tingkat Kecamatan Kemuning pada akhir Juli mendatang. Pembahasan ini
menunjukkan fokus jangka panjang LPTQ Kelurahan Selensen dalam membina dan
mempersiapkan talenta-talenta qari dan qariโah terbaik untuk berkompetisi di
tingkat yang lebih tinggi.
"Selain STQ tingkat kelurahan, kita juga harus
mempersiapkan kafilah terbaik kita untuk MTQ tingkat kecamatan. Ini adalah
bagian dari upaya kita untuk terus mengembangkan potensi generasi muda dalam
membaca dan memahami Al-Quran,โ tambah Abdul Azis
Kehadiran Abdul Azis dalam memimpin rapat ini menegaskan
peran aktif Penyuluh Agama Islam tidak hanya dalam pembinaan spiritual
masyarakat, tetapi juga dalam mengorganisir dan menggerakkan kegiatan keagamaan
yang berdampak luas. (Ria)