Pekanbaru (inmas), Melalui WA group, Ka. Subbag TU, H.
Abdul Wahid, S.Ag, M.I.Kom menuliskankan sebuah kisah inspiratif dengan judul
Emas Vs Lumpur. Sabtu (09/01/2021).
Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah lumpur. Emas
berkata pada lumpur:
“Coba lihat pada dirimu. Suram dan jelek, apakah
engkau memiliki cahaya mengkilap seperti aku? Apakah engkau seharga aku?”
Lumpur menggelengkan kepala dan menjawab: “Aku tidak
seperti engkau...
tapi aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa
menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan segala tanaman. Apakah kamu
bisa?”
Emas pun terdiam seribu bahasa. Hidup bukan terletak
pada seberapa bernilainya dirimu, tetapi seberapa besar nilai yang mampu engkau
ciptakan untuk orang banyak.
Jika keberadaan kita dapat membantu banyak orang, kita
barulah dianggap benar-benar bernilai.
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini
dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)
Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah posisi kita
seperti emas? Atau seperti lumpur?
Mari kita evaluasi
diri kita masing2. Mari terus berbuat yang Terbaik untuk diri, keluarga, dan
masyarakat. Tulis Wahid. (Idris