0 menit baca 0 %

Abuya Iskandar: Pentingnya Menjauhi Akhlak Buruk untuk Kehidupan yang Berkah

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )-- Dalam rangka kegiatan Jumat berkah  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar menghadirkan Abuya Iskandar untuk menyampaikan tausiah dengan tema "Menjauhi Akhlak yang buruk"  Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Ka.

Kampar ( Kemenag )-- Dalam rangka kegiatan Jumat berkah  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar menghadirkan Abuya Iskandar untuk menyampaikan tausiah dengan tema "Menjauhi Akhlak yang buruk"  Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Ka. Sub. Bag Tata Usaha H. Dirhamsyah, para Kasi,  ASN dan PPPK serta Honorer. Jumat, 10/1/2025

Dalam tausiah tersebut, Abuya menyampaikan pentingnya  menjauhi akhlak buruk demi menjaga keharmonisan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Ia menekankan bahwa akhlak buruk, seperti iri hati, sombong, dusta, dan fitnah, merupakan sifat yang sangat merusak kepribadian seseorang serta menciptakan kerusakan dalam masyarakat. Sebagaimana Firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 78 yang artinya :" Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.

Ayat ini mengingatkan manusia tentang asal-usulnya, yaitu dilahirkan tanpa pengetahuan, dan Allah menganugerahkan nikmat berupa pendengaran, penglihatan, dan hati (qalb) agar digunakan untuk memahami, merenungi, dan bersyukur kepada-Nya.

Relevansi ayat untuk menjauhi Akhlak buruk  pertama : Pendengaran, Penglihatan, dan Hati sebagai Amanah. Allah memberikan anugerah indra dan akal sebagai alat untuk membedakan yang baik dan buruk. Menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hati untuk hal-hal buruk seperti mendengarkan gosip, melihat sesuatu yang haram, atau memendam kebencian berarti menyalahgunakan amanah ini.

Kedua Syukur sebagai Benteng dari Akhlak Buruk Ayat ini menekankan bahwa manusia diberi kemampuan luar biasa agar bersyukur kepada Allah. Bersyukur mendorong seseorang untuk menjauhi sifat-sifat buruk seperti sombong, iri hati, atau dengki, karena semua yang dimiliki berasal dari Allah,

ketiga Kesadaran akan Keterbatasan Diri . Ayat ini juga mengingatkan bahwa manusia awalnya tidak tahu apa-apa, dan semua ilmu serta kemampuan yang dimiliki adalah karunia Allah. Kesadaran ini dapat mencegah akhlak buruk seperti merasa lebih hebat dari orang lain atau merendahkan orang lain, ungkap Iskandar

Sementara itu Kepala Sub. Bag TU Dirhamsyah, menyampaikan  terkait pengelolaan uang sosial serta penguatan program Jumat Berkah yang rutin dilaksanakan.

Dalam arahannya, H. Dirhamsyah  menjelaskan pentingnya pengelolaan uang sosial sebagai bentuk solidaritas dan dukungan antar pegawai. Ia menegaskan bahwa dana ini akan difokuskan untuk membantu pegawai yang membutuhkan, seperti dalam kondisi sakit, berduka, atau menghadapi situasi darurat lainnya.

"Kita harus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Uang sosial ini adalah bentuk nyata dari kebersamaan dan rasa saling mendukung di lingkungan kerja kita," ujar Dirham ( Fatmi/Cicy/Ags )