0 menit baca 0 %

Adu Lukis Kaligrafi Aksioma Di MAN 2 Model

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Aksioma (Ajang Kreatifitas Seni dan Olahraga Madrasah) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 telah memulai pertandingan dan perlombaan. Hari ini, Jumat (13/9), perlombaan bidang kaligrafi dilaksanakan di MAN 2 Model Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung di pendopo MAN 2 Model in...
Pekanbaru (Humas) – Aksioma (Ajang Kreatifitas Seni dan Olahraga Madrasah) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 telah memulai pertandingan dan perlombaan. Hari ini, Jumat (13/9), perlombaan bidang kaligrafi dilaksanakan di MAN 2 Model Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung di pendopo MAN 2 Model ini, selain diramaikan peserta dan panitia, para penonton dari berbagai kontiongen serta pelajar dan guru MAN 2 Model pun memadati sekitar tempat ini. Menurut panitia bidang kaligrafi, Atie Farisa, majelis hakim cabang kaligrafi pada Aksioma ini adalah para kaligrafer Riau yang telah beberapa kali menjadi majelis hakim Kaligrafi pada MTQ Provinsi Riau, seperti Griven H Putera, M Ag, Drs H. Syamsurizal dan Afder Darius, S Ag. Menurut Griven H Putera MAg, lomba kaligrafi Aksioma ini merupakan lomba kaligrafi kontemporer. “Pada lomba ini, kriteria penilaian pertama dan utama adalah kreatifitas dan imajinasi si pelukis. Setelah itu baru kebenaran bacaan, tata warna, kebersihan dan komposisi lukisan,” kata Griven. “Jadi, lomba kali ini sedikit berbeda dengan lomba kaligrafi yang ditaja pada MTQ. Kalau di MTQ lebih bersifat kaligrafi murni tapi kalau di sini lebih pada kreatifitas dan imajinasi sang kaligrafer yang dinilai para hakim,” lanjut Griven. Sementara itu, Drs H Syamsurizal yang selalu menjadi majelis hakim kaligrafi pada MTQ Provinsi Riau ini memandang, lomba seperti ini mesti selalu digairahkan di kalangan siswa karena akan menajamkan imajinasi dan meningkatkan kreatifitas mereka. “Ini sangat menarik karena seni tulis kaligrafi digabung dengan senilukis kontemporer. Kalau sungguh-sungguh, ini bisa menghasilkan sebuah karya lukis yang luarbiasa. Dan karya seperti ini akan laku di pasaran. Di Indonesia, tokoh lukisan kaligrafi seperti ini AD Pirous,” lanjut Syamsurizal. Sementara itu, Afder Darius ketika ditanya karya siapa yang paling menonjol, ia belum bisa memastikan karena perlombaan masih sedang berlangsung. “Kita tunggu dulu sampai selesai. Kalau sudah finis nantinya baru kita nilai,” kata salah-seorang Kepala KUA di Pekanbaru ini. (ghp)