0 menit baca 0 %

Afdholy Nurzahid, PAH Kampung Kuala Gasib Galakkan Program Pembelajaran Al-Quran di Usia Dini

Ringkasan: Siak (Inmas) - Fakta menunjukan bahwa masih banyak  penduduk muslim di Indonesia tidak bisa membaca Al-Quran (Susenas, BPS-2013) maka dari itu salah seorang Penyuluh Agama Honorer Kecamatan Koto Gasib yang wilayah penyuluhannya Kampung Kuala Gasib ustaz Afdholy Nurzahid, S.SpdI menggagas Program Pe...

Siak (Inmas) - Fakta menunjukan bahwa masih banyak  penduduk muslim di Indonesia tidak bisa membaca Al-Quran (Susenas, BPS-2013) maka dari itu salah seorang Penyuluh Agama Honorer Kecamatan Koto Gasib yang wilayah penyuluhannya Kampung Kuala Gasib ustaz Afdholy Nurzahid, S.SpdI menggagas Program Pembelajaran Al-qur’an di Usia dini, dimana anak-anak yang masih usia Taman Kanak-Kanak diajak untuk belajar Al-Qur’ an di Musholla  Tut Wuri Handayani  PT. Kimia Tirta Utama dekat rumah ustaz Afdholy tersebut tinggal.

Dalam kesempatan tatap muka dengan ustaz muda ini beliau mengatakan kegiatan belajar Al-Qur’an diusia dini ini dimaksudkan untuk ikut berpartisipasi dalam program pemerintah terlebih Kementerian Agama dan khususnya program pemerintah Kabupaten Siak untuk melaksanakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bagi umat islam khususnya anak-anak pada usia dini. Karena Al-qur’an adalah kitab suci bagi umat islam, yang tentunya setiap muslim dan muslimah harus dapat membaca dan memahaminya. Karena pentingnya Al-qur’an bagi umat islam, pembelajaran Al-quran di usia dini sangatlah di anjurkan untuk di tanamkan pada anak-anak, di karenakan di usia dini anak – anak mampu memahami dan menirukan secara cepat apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat. Kesempatan ini adalah peluang emas bagi guru – guru ngaji yang ingin menanamkan pembelajaran al-quran pada anak dari dasar. 

Hal ini dikarenakan untuk saat ini terlalu banyak halangan dan godaan bagi anak-anak kita dalam belajar agama khususnya belajar Al-Qur’an mereka asik dengan gadget, game online  dan lain sebagainya sehingga mereka lupa untuk belajar agama bahkan pelajaran sekolah kadang-kadang mereka lupa.

Pembelajaran Al-Qur’an diusia dini ini di lakukan setiap habis sholat maghrib sampai dengan datangnya sholat isya yang dikuti oleh sekitar 18 orang anak baru yang bisa mengikutinya, namun uztaz Afdholly mengatakan akan terus berusaha melakukan pendekatan kepada orang tua yang mempunyai anak usia dini untuk diajak ikut mengaji sehingga nantinya anak-anak akan bertambah banyak disitulah terwujud nantinya kembali kesurau dengan maghrib mengajinya. 

Ditempat terpisah Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Koto Gasib, Andri, S.Ag mengapresiasi dan mendukung program pembelajaran Al-qur’an di usia dini yang di lakukan oleh salah satu anggota PAH yang bertugas di kampung kuala gasib, kegiatan ini sebagai salah satu langkah yang tepat dalam upaya mempersiapkan generasi cinta Al-quran di tengah era globalisasi yang merupakan tantangan perkembangan zaman yang tidak dapat di hindari. Dengan upaya ini diharapkan tercipta generasi yang kuat iman dan mahir dalam membaca Al-qur’an di kemudian hari. (Anz/Dre/Hd)