0 menit baca 0 %

Ahmad Sehat Bahas Dinamika Perkawinan pada Bimbingan Perkawinan Mandiri Angkatan V di KUA Mandau

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan V Tahun 2025 kembali menghadirkan materi penting yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ahmad Sehat, di Aula KUA Mandau pada Kamis (25/9/2025). Dalam kesempatan ini, ia membawakan topik tentang dinamika perkawinan, yang me...

Mandau (Kemenag) – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan V Tahun 2025 kembali menghadirkan materi penting yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ahmad Sehat, di Aula KUA Mandau pada Kamis (25/9/2025). Dalam kesempatan ini, ia membawakan topik tentang dinamika perkawinan, yang menjadi bagian krusial dalam memahami kehidupan rumah tangga.

Dalam paparannya, Ahmad Sehat menekankan bahwa setiap rumah tangga pasti mengalami dinamika, baik berupa tantangan maupun perubahan yang terjadi seiring perjalanan pernikahan. Oleh karena itu, pasangan suami istri perlu memiliki pemahaman dan kesiapan mental agar mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Ada tiga faktor utama yang harus diperhatikan dalam dinamika perkawinan, yaitu kedekatan emosi, gairah, dan komitmen. Ketiga hal ini menjadi pondasi yang saling melengkapi dalam membangun hubungan rumah tangga yang sehat dan langgeng,” jelas Ahmad Sehat.

Penyampaian materi berlangsung komunikatif dan santai, sehingga para peserta merasa nyaman dan tidak terbebani. Untuk memperkuat pemahaman, Ahmad Sehat juga menyelingi penjelasannya dengan diskusi ringan bersama calon pengantin. Hal ini membuat suasana kegiatan menjadi interaktif dan penuh keakraban.

Para peserta tampak antusias menyimak dan terlibat dalam diskusi, terutama ketika membahas bagaimana menjaga komitmen dan kedekatan emosi di tengah kesibukan serta tantangan kehidupan modern. Dengan gaya penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami, pesan yang disampaikan pun lebih mudah diterima oleh calon pengantin.

Kegiatan Bimwin hari itu berjalan dengan lancar dan sukses, memberikan bekal berharga bagi 15 pasang calon pengantin yang mengikuti. Melalui materi tentang dinamika perkawinan, para peserta diharapkan mampu membangun keluarga yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.