0 menit baca 0 %

Ahmad Sehat : Remaja adalah Usia Emas yang Harus Dijaga

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Suasana hangat tercipta ketika Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Ahmad Sehat, membawakan materi tentang Dinamika Perkembangan Remaja pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan III Tahun 2025 di SMA Negeri 9 Mandau, Selasa (26/8/2025).

Mandau (Kemenag) โ€“ Suasana hangat tercipta ketika Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Ahmad Sehat, membawakan materi tentang Dinamika Perkembangan Remaja pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan III Tahun 2025 di SMA Negeri 9 Mandau, Selasa (26/8/2025). Dengan pendekatan dialogis, Ahmad Sehat berhasil menyentuh hati para peserta yang berjumlah 35 orang siswa kelas XI.

Mengawali penyampaian materinya, Ahmad Sehat mengajak siswa untuk berdiskusi ringan tentang arti dinamika. Salah seorang peserta, Tiara, dengan penuh percaya diri menjawab bahwa dinamika adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada diri remaja. Jawaban itu menjadi pintu masuk Ahmad Sehat untuk menjelaskan lebih dalam tentang dinamika perkembangan remaja.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa masa remaja adalah fase yang sarat dengan perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Ahmad Sehat juga menambahkan penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan remaja, mulai dari membangun identitas diri, mengendalikan emosi, hingga belajar mengambil tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir materinya, ia menyampaikan pesan yang begitu menyentuh. โ€œUsia remaja adalah usia emas jika benar-benar dikembangkan dengan baik. Namun, usia ini juga bisa menjadi masa yang rawan bila disalahgunakan, bahkan dapat menjerumuskan pada berbagai bentuk kenakalan,โ€ ujarnya penuh penekanan.

Pesan itu membuat para siswa merenung, menyadari bahwa masa muda yang mereka jalani adalah kesempatan berharga untuk meraih masa depan yang gemilang. Melalui kegiatan BRUS ini, harapannya remaja Mandau dapat tumbuh sebagai generasi tangguh, berakhlak, dan mampu mengelola dinamika kehidupannya dengan bijak.