0 menit baca 0 %

Ahmad Sehat Sampaikan Materi Konsep Keluarga Sakinah pada Bimwin Mandiri Angkatan XIX

Ringkasan: Mandau (Kemenag) - Ahmad Sehat, penyuluh agama Islam, menyampaikan materi tentang konsep keluarga sakinah pada kegiatan bimbingan perkawinan mandiri angkatan XIX di Aula KUA Mandau Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 17 pasang calon pengantin yang siap membangun kehidupan rumah tangga yang...

Mandau (Kemenag) - Ahmad Sehat, penyuluh agama Islam, menyampaikan materi tentang konsep keluarga sakinah pada kegiatan bimbingan perkawinan mandiri angkatan XIX di Aula KUA Mandau Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 17 pasang calon pengantin yang siap membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Dalam materinya, Ahmad Sehat menjelaskan bahwa konsep keluarga sakinah merupakan fondasi penting dalam membangun rumah tangga yang bahagia dan langgeng. "Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibangun atas dasar cinta kasih, saling menghormati, dan saling memahami," ujarnya.

Ahmad Sehat juga menyampaikan kunci-kunci menggapai keluarga sakinah, yaitu memahami konsep berpasangan, janji kokoh, tabadul kesalingan, dan musyawarah. "Dengan memahami konsep berpasangan, pasangan suami-istri dapat membangun hubungan yang harmonis dan seimbang," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Nurul Fadhilah Afni, salah seorang peserta, bertanya tentang bagaimana mengatasi konflik ketika terjadi karena perbedaan watak suami-istri. Ahmad Sehat menjawab bahwa konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar, namun yang penting adalah bagaimana pasangan suami-istri dapat mengatasi konflik tersebut dengan bijak dan efektif. "Pasangan suami-istri harus dapat berkomunikasi dengan baik, saling menghormati, dan saling memahami," ujarnya.

Ahmad Sehat juga menekankan pentingnya musyawarah dalam mengatasi konflik dalam rumah tangga. "Musyawarah adalah kunci untuk mengatasi konflik dalam rumah tangga, karena dengan musyawarah, pasangan suami-istri dapat menemukan solusi yang terbaik untuk masalah yang dihadapi," tambahnya.

Dengan demikian, kegiatan bimbingan perkawinan mandiri angkatan XIX ini diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup bagi para calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi para peserta dan meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga di masyarakat.