Ahmad Supardi: Umat Islam Harus Menjadi Orang Kaya
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Ada satu pertanyaan mendasar yang diajukan kepada kita umat Islam, yaitu apakah umat Islam ini seharusnya kaya atau miskin? Sebab pada tataran real di lapangan, baik pada tingkat nasional mau internasional, banyak di antara umat Islam yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Rokan Hulu (Humas)- Ada satu pertanyaan mendasar yang diajukan kepada kita umat Islam, yaitu apakah umat Islam ini seharusnya kaya atau miskin? Sebab pada tataran real di lapangan, baik pada tingkat nasional mau internasional, banyak di antara umat Islam yang hidup di bawah garis kemiskinan. Negara negara islampun atau negara negara yang mayoritas penduduknya beragama islam, banyak atau bahkan pada umumnya tergolong dunia ketiga atau kata lain dari dunia terbelakang, dunia miskin, dan sebutan negatif lainnya. Jawaban atas pertanyaan tersebut, berbeda terbalik dengan realita umat Islam yang banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Jawabannya adalah Umat islam harusnya menjadi orang yang kaya, bukan menjadi orang miskin.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA, pekanlalu saat ditemui wartawan usai mengikuti rapat evaluasi kinerja Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Rokan Hulu di kantor BAZ Rohul, Pasir Pengarayan.
Ahmad Supardi menjelaskan, penyebab umat Islam itu harus kaya adalah : Pertama, hampir semua ajaran agama Islam itu memerlukan harta, seperti perintah berzakat harus orang kaya. Perintah haji, hanya dapat dilakukan dengan harta yang banyak. Sholat pun perlu uang, minimal untuk membeli kain penutup aurat. Puasa juga perlu uang, minimal untuk makan sahur dan berbuka puasa.
Kedua, islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, tanpa mempedulikan hasilnya. Yang penting tugas manusia adalah bekerja, sedangkan yang memberikan hasilnya adalah Allah SWT. "Banyak sekali perintah Al Qur`an dan Hadis Nabi, untuk bekerja keras, tanpa melihat pekerjaannya, yang penting halal. Nabi muhammad malah memerintahkan umatnya untuk menanam, sekalipun besok hari kiamat," ungkapnya.
Ketiga, perintah perintah besar dalam agama seperti Jihad Fi Sabilillah, didahului dengan harta, baru dengan diri. Keempat, banyak perintah agama untuk memperhatikan orang lain, terutama untuk pengentasan kemiskinan, seperti zakat, shodaqah, infaq, wasiyat, wakaf, kafarat, dan hibah. Kelima, kemiskinan sangat dekat dengan kekafiran. Kalau mau terhindar dari kekafiran, maka jauhilah kemiskinan.
"Dalam artian harus kaya, untuk itu kepada Pengurus BAZ Rohul, untuk meningkatkan kinerjanya memungut zakat dari umat Islam yang mampu dan menyalurkannya kepada fakir miskin, sehingga Dapat membantu mengentaskan kemiskinan di Rohul," pungkasnya. (ash)