Kampar (kemenag) - Jumat, 25/07/2025) Langit masih muram, tanah mulai retak, dan asap kian mengepul di berbagai wilayah Riau. Tapi di Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih, Kamis pagi itu justru menjadi momen yang menyatukan hati dan harapan: Sholat Istisqo digelar penuh kekhusyukan, sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan kepada Allah SWT di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda.
Dipimpin oleh Abuya Azwir, M.A, Kepala PDF Wustha Assalam Naga Beralih, sholat dilakukan di halaman terbuka dengan suasana yang menggetarkan hati. Langit mendung tak menyampaikan tanda hujan, tapi justru dari bumi inilah tangisan-tangisan lirih terdengar. Para santri, guru, dan tenaga kependidikan bersimpuh dalam doa, menyatukan duka dan harap dalam setiap sujud dan istighfar.
"Kalau langit belum juga menangis, maka biarlah kita yang menangis lebih dulu di bumi ini, mengakui dosa, memohon ampun, dan berserah diri" potongan tausyiah Abuya yang menggugah dan membuat banyak jamaah menitikan air mata.
Usai pelaksanaan sholat, Abuya Dr. H. Muhammad Amin, S.Ag., M.Pd, selaku Pimpinan Pondok, menyampaikan tausyiah dengan suara lembut dan penuh kebijaksanaan. Dalam pesan-pesannya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak istighfar, memperkuat iman, dan memperbaiki hubungan sosial sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT di masa-masa sulit seperti sekarang.
Kekeringan ini bukan semata bencana alam, tapi bisa jadi panggilan untuk memperbaiki diri, untuk kembali ke jalan-Nya, ujar beliau dengan penuh makna.
Acara berlangsung dengan sangat tertib, penuh rasa haru, dan mengandung pelajaran spiritual yang dalam. Rasa kebersamaan menyelimuti seluruh peserta, memperlihatkan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat bertumbuhnya jiwa-jiwa yang tangguh dan tawadhu .
Dengan kegiatan ini, Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih tidak hanya menunaikan sunnah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperlihatkan peran pesantren sebagai benteng moral dan spiritual umat dalam menghadapi krisis dan bencana.
Semoga langit kembali menangis, dan bumi kembali subur. Semoga setiap doa yang naik, membawa hujan yang turun. (Madrasah PP As Salam/Zaipul)