0 menit baca 0 %

Akses Menuju MTs Negeri 3 Rokan Hilir Dilanda Banjir, Siswa Tetap Antusias Mengikuti Ujian Semester Ganjil

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian sementar ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Akses menuju Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Rokan Hilir dilanda banjir, Selasa, (03/12/2024). Banjir setinggi lutut bahkan paha dewasa ini membuat para guru dan siswa harus mencopot sepatu...

Rokan Hilir (Kemenag) - Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian sementar ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Akses menuju Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Rokan Hilir dilanda banjir, Selasa, (03/12/2024). 

Banjir setinggi lutut bahkan paha dewasa ini membuat para guru dan siswa harus mencopot sepatu dan harus rela celana dan rok mereka basah demi sampai ke madrasah tersebut. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat guru dan siswa untuk tetap melaksanakan ujian. 

Kepala MTs Negeri 3 Rokan Hilir, Asiah mengungkapkan banjir ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi di bagian hulu sungai rokan membuat sungai tidak mampu menampung volume air sehingga meluap membuat akses menuju madrasahnya yang tak jauh dari aliran sungai terdampak banjir.

"Banjir ini disebabkan karena tingginya curah hujan saat ini, apalagi di bagian hulu sungai rokan, sehingga sungai tidak mampu menampung volume air yg cukup besar sehingga meluap ke daratan. Akses ke madrasah kami yang agak rendah dan berada tidak jauh dari aliran sungai digenangi air," ungkap Asiah.

"Namun meskipun demikian, ujian semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025 yang memasuki hari kedua ini tetap kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dan sesuai aturan," tutur Kepala Madrasah.

"Untuk mengantisipasi banjir yang terus naik yang bisa meluap memasuki ruang kelas sehingga menyebabkan terkendalanya proses ujian nantinya, kami mempercepat ujian dengan menjadikan tiga mata pelajaran diujikan dalam sehari yang sebelumnya dua mata pelajaran, hal ini supaya ujian cepat selesai dan agar semua ujian dapat diselesaikan," tuturnya.

Asiah juga mengapresiasi semangat juang siswa dan guru. "Saya bangga dengan semangat para guru dan siswa. Meskipun dalam situasi banjir mereka tetap bersemangat. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar tidak bisa dihalangi oleh apapun," ucapnya.

Kepala Madrasah berharap semoga banjir ini cepat surut sehingga keadaan kembali normal seperti biasanya sehingga warga madrasah tidak mengalami kesulitan akses menuju madrasah dan memasuki ruangan kelas. "Kita berharap semoga banjir ini cepat surut, sehingga situasi kembali normal," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas VIII Aldi Saputra, mengungkapkan bahwasanya tetap semangat menjalani ujian meskipun akses menuju madrasah tergenang banjir. "Meskipun dalam keadaan banjir, kami tetap semangat kesekolah untuk mengikuti ujian semester ganjil ini, karena ujian ini sangat penting bagi kami," ujarnya. (Sy/Humas)