Riau (Inmas) - Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam yang diwakili Analis Pendidik/Santri pada Seksi Mah'ad Aly H. Jhon Efendi, LC, MA dan rombongan melakukan peninjauan pondok pesantren Khalid bin Walid Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu yang mengalami kebakaran, selasa (1/2/22) pukul 15.30 Wib.
Peninjauan yang dilaksanakan pada Rabu (2/2/22) tersebut didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hulu Drs. H. Afrialsah Lubis, M.Pd dan diterima Pimpinan Ponpes Khalid bin Walid H. M Onic, Lc, MH beserta pengurus.
Musibah tersebut terjadi di asrama putra, sehingga diperkirakan mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 600 juta.
Menurut Jhon Efendi gedung asrama putra yang terbakar diberi garis polisi (police line) untuk dilakukan olah tempat perkara mencari penyebab musaibah kebakaran tersebut terjadi yang direncanakan dilakukan oleh tim forensik Polda Riau.
"efek Gedung asrama putra yang mengalami kebakaran tersebut, untuk sementara Kegiatan santri putra SMP seluruhnya berjumlah 230 orang dipulangkan dan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Sementara itu untuk santri putri dan putra-putri tingkat Madrasah Aliyah tetap belajar seperti biasa".
Lebih lanjut Jhon Efendi mengatakan proses pembelajaran santri yang dipulangkan masih belum bisa ditentukan batas waktunya. Hal ini tergantung pada hasil uji forensik dan kondisi bangunan.
"Saat ini Pondok Pesantren masih memunggu tim forensik atas hasil uji nantinya apakah bangunan yang terbakar tersebut masih layak digunakan. Jika masih layak maka bangunan akan segera dilakukan renovasi ulang.
"Mari kita doakan agar musibah ini tidak terulang kembali, dan kepada santri beserta orang tua bersabar semoga bangunan yang terbakar dapat diperbaiki kembali sehingga proses pembelajaran bisa kembali normal seperti biasanya. Selain itu diminta kepada pihak yang mampu agar dapat memberikan bantuan atau sumbangan kepada Ponpes yang mengalami musibah tersebut" tutup Jhon Efendi. (Ana/Nik)