0 menit baca 0 %

Alumni Al-Utsaimin Muhammad Wildan Raih Juara 2 Nasional di Ajang TEMILNAS XXIV 2025

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )--Kabar membanggakan datang dari alumni Pondok Pesantren Al Utsaimin, Muhammad Wildan, yang merupakan bagian dari angkatan ke-2 dan lulusan tahun 2022. Wildan, yang kini melanjutkan studi di Universitas Tazkia, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang bergengsi TEMILNA...

Bangkinang Kota ( Kemenag )--Kabar membanggakan datang dari alumni Pondok Pesantren Al Utsaimin, Muhammad Wildan, yang merupakan bagian dari angkatan ke-2 dan lulusan tahun 2022. Wildan, yang kini melanjutkan studi di Universitas Tazkia, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang bergengsi TEMILNAS (Temu Ilmiah Nasional) XXIV Tahun 2025, cabang Islamic Scientific Paper.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh FoSSEI Nasional (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) dan tahun ini dipusatkan di Universitas Indonesia sebagai tuan rumah. Wildan mengikuti lomba dalam bentuk karya tulis ilmiah bidang ekonomi syariah bersama dua rekannya dalam satu tim. Mereka bersaing dengan puluhan tim dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.

Alhamdulillah, ini adalah karunia besar dari Allah. Perlombaan ini sangat menantang karena pesertanya dari berbagai kampus besar, namun berkat kerja sama tim dan bimbingan yang baik, kami berhasil meraih juara dua," ujar Wildan dengan penuh syukur.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa alumni Pondok Pesantren Al Utsaimin mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia ilmiah, khususnya dalam pengembangan ekonomi Islam di tingkat nasional. Pihak pondok pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Wildan.

"Semoga ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas di pondok untuk terus semangat belajar dan berkarya, serta menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi di berbagai jenjang kehidupan," ujar salah satu ustadz pembina pondok.

Ajang TEMILNAS sendiri merupakan forum tahunan terbesar bagi mahasiswa ekonomi Islam di Indonesia, yang tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ajang silaturahim, diskusi ilmiah, dan penguatan jaringan antar aktivis ekonomi syariah dari seluruh nusantara. ( Fatmi/Hms PP Al Utsaimin )