Kuansing (Kemenag)- Disamping mengajarkan anak didik dalam kegiatan magrib mengaji, juga diberikan materi bimbingan ceramah singkat.
Hal itu dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Hulu Kuantan Ahmad Damri kepada anak didik di musallah Al-Iklas komplek perumahan Cempaka Pandan Wangi (CPW).
Seperti yang disampaikan pada Rabu (19/9/2025) malam sebelum kegiatan mengaji di mulai." Jangan terlalu sering main game online", ujarnya.
Hal ini sengaja disampaikan, melihat kondisi anak-anak yang sering main game online dimana-mana. Bahkan sudah lebih banyak waktu habis untuk main game tersebut.
Ahmad Damri menjelaskan, ada beberapa dampak game online kepada anak. Pertama, dampak psikologis dan emosional, yaitu dampak mental, perilaku yang agresif, serta kecanduan game online.
Selain itu juga ada dampak fisik kepada anak." Jika terlalu sering main game, bisa terjadi gangguan tidur dan sulit tidur", jelasnya.
Bahkan, terlalu sering main game mata juga bisa rusak dan harus memakai kaca mata sejak usia dini, dan nyeri pada otot leher.
Lebih, jauh disampaikan pada anak didik, jika kecanduan game online, akan berpengaruh pada prestasi akademik dan prestasi belajar juga menurun.
Bahkan lebih parahnya lagi, game online itu ada yangbtidak sesuai dengan usia anak-anak.
Oleh sebab itu anak didik diingatkan agar membatasi main game online." Mulai malam ini kurangi main game,perbanyak la belajar dan baca buku", tegasnya.(AD)