0 menit baca 0 %

Anak RA Toharoh Darul Ahsan Belajar Cinta Budaya Lewat Gernasratik

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, RA Toharoh Darul Ahsan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional RA Membatik (GERNASRATIK) yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik. Sejak pagi, suasana keceriaan tampak mewarnai lingkungan madrasah, ketika ana...

Kampar ( Kemenag )---Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, RA Toharoh Darul Ahsan menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional RA Membatik (GERNASRATIK) yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta didik. Sejak pagi, suasana keceriaan tampak mewarnai lingkungan madrasah, ketika anak-anak bersiap untuk berkreasi dengan kain, warna, dan alat sederhana membatik.

Kegiatan  yang dilaksanakan Kamis, 2/10/2025 ini dibimbing langsung oleh Bunda Arma Leny dan Bunda Siti Nurhalimah, yang dengan sabar mengarahkan setiap langkah anak-anak mulai dari memperkenalkan motif batik, mengajarkan teknik sederhana, hingga membantu mereka menuangkan ide kreatif ke atas kain. Anak-anak tampak bersemangat mencoba meski sebagian besar baru pertama kali mengenal proses membatik.

Menurut Bunda Arma Leny, kegiatan Gernasratik menjadi kesempatan berharga untuk menanamkan nilai budaya kepada anak-anak sejak dini. “Anak-anak perlu dikenalkan pada batik bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai simbol identitas bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan mereka terhadap budaya Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda Siti Nurhalimah menambahkan bahwa membatik juga melatih karakter positif pada diri anak. “Selain melatih kreativitas dan motorik halus, membatik mengajarkan kesabaran, ketelitian, dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak di usia dini,” jelasnya.

Tujuan dari kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi lebih kepada memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal dan mencintai batik sebagai warisan budaya Indonesia. Seperti diketahui, batik telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, sehingga mengenalkannya sejak dini kepada generasi muda menjadi sangat penting.

Kegiatan Gernasratik di RA Toharoh Darul Ahsan berjalan dengan lancar, penuh keceriaan, dan ditutup dengan sesi apresiasi terhadap karya anak-anak. Momen ini menjadi kenangan berharga sekaligus media pembelajaran yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat belajar sambil bermain, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya bangsa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat cinta budaya Indonesia terus tumbuh dan tertanam dalam diri anak-anak, sehingga mereka menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bangga akan jati diri bangsanya.

Kontributor: fatmi