0 menit baca 0 %

Anggun dan Memukau, Zapin Sanggar Rumbia Bertuah MTsN 2 Meranti Pukau Tamu Undangan di Pembukaan STQ ke-XIV Tingkat Kec. Rangsang Barat

Ringkasan: Meranti (Kemenag) Suasana pembukaan Seleksi Tilawatil Qur an (STQ) ke-XIV Tingkat Kecamatan Rangsang Barat yang diselenggarakan di Desa Bantar pada Senin, (17/11/2025) berlangsung meriah dan khidmat.Bertempat di halaman kantor camat, kegiatan dibuka dengan penampilan memukau dari Sanggar Zapin Rumbi...

Meranti (Kemenag)โ€“ Suasana pembukaan Seleksi Tilawatil Qurโ€™an (STQ) ke-XIV Tingkat Kecamatan Rangsang Barat yang diselenggarakan di Desa Bantar pada Senin, (17/11/2025) berlangsung meriah dan khidmat.

Bertempat di halaman kantor camat, kegiatan dibuka dengan penampilan memukau dari Sanggar Zapin Rumbia Bertuah MTsN 2 Kepulauan Meranti. Mereka membawakan Tari Zapin, salah satu tarian khas Melayu Riau, yang sarat makna penghormatan.

Plt. Kepala MTsN 2 Kepulauan Meranti, Lukman Hakim, menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan bagi siswa-siswinya.

โ€œIni menjadi kesempatan emas bagi anak-anak untuk tampil di tengah masyarakat. Semoga keikutsertaan mereka dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mempererat sinergi madrasah dengan lingkungan sekitar,โ€ ungkap Lukman.

Sementara itu, Pembina Sanggar Zapin Rumbia Bertuah, Kusnan, memberikan apresiasi atas keberhasilan anak didiknya. Tarian tersebut dibawakan dengan indah oleh siswi-siswi MTsN 2 Kepulauan Meranti. Dengan gerakan anggun, senyum ramah, dan balutan busana tradisional Melayu, mereka berhasil mencuri perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

โ€œAnak-anak tampil dengan penuh percaya diri. Saya bangga mereka bisa memberikan yang terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. Semoga pengalaman ini memotivasi mereka untuk terus berlatih dan berkarya,โ€ tutur Kusnan.

Partisipasi Sanggar Zapin Rumbia Bertuah dalam STQ ke-XIV Tingkat Kecamatan Rangsang Barat menjadi bukti nyata peran MTsN 2 Kepulauan Meranti dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus melestarikan budaya daerah, khususnya seni tari Zapin Melayu.