0 menit baca 0 %

Anggun Nuansa Melayu Menyapa Madrasah

Ringkasan: Kuantan Singingi (Kemenag) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kuantan Singingi ke-26, para guru di MTs Negeri 1 Kuantan Singingi turut memeriahkan dengan mengenakan pakaian adat Melayu saat menjalankan aktivitas mengajar pada Senin, 6 Oktober 2025.

Kuantan Singingi (Kemenag) โ€“ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kuantan Singingi ke-26, para guru di MTs Negeri 1 Kuantan Singingi turut memeriahkan dengan mengenakan pakaian adat Melayu saat menjalankan aktivitas mengajar pada Senin, 6 Oktober 2025. Hal ini juga sesuai dengan arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi yang dipublikasikan melalui media sosial sebelumnya.

Pemandangan yang sarat nuansa budaya tampak menghiasi lingkungan madrasah. Para guru pria tampil gagah dengan pakaian Melayu lengkap dengan tanjak, sementara guru wanita tampak anggun berbalut baju kurung dan songket khas yang membuat semakin anggun. Suasana madrasah berubah menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya sarat nilai akademik, tetapi juga kental dengan nilai-nilai budaya lokal.

โ€œPenggunaan pakaian adat ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap budaya Melayu, serta mengenalkan kepada para siswa akan pentingnya menjaga identitas daerah,โ€ ujar Isyhadi, S.Pd.I., M.Pd, Kepala MTs Negeri 1 Kuantan Singingi.

Langkah ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang efektif. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperingati hari jadi daerah, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Selain itu, dengan ini berarti madrasah telah menjadi garda terdepan dalam memperkuat nilai-nilai lokal di tengah arus modernisasi.

Dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan pelestarian nilai-nilai lokal, MTs Negeri 1 Kuantan Singingi menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan budaya dapat berjalan beriringan. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi dan globalisasi, akar budaya tetap harus dijaga dan dihargai. (NR)