Pekanbaru (Inmas),
Melalui WhatsApp, Anizar Saputra, Staf Ka. Subbag TU Kemenag Kota Pekanbaru
menceritakan lanjutan kisah inspiratif kepada para pembaca sebagai berikut. Sabtu
(26/09/2020).
Dikisahkan, suatu
hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah.
Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, Rasulullah bersabda,
“Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.
Ketika itu Khadijah sedang
menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis.
Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air
susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah
r.a.
Kemudian Rasulullah
mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur.
Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta
fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.
Ketika itulah Khadijah
membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa
air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.
“Wahai Khadijah,
mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya
Rasulullah dengan lembut.
Dahulu engkau wanita
bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina
orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah
engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?" lanjut Rasulullah tak
kuasa melihat istrinya menangis.
“Wahai suamiku, wahai
Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku
memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.
Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah
dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah
aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.
"Wahai
Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus
memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan
perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan,
sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit
atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku,
jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau
bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.
"Ingatkan mereka
tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada
Islam, wahai Rasulullah”.
Rasulullah pun tampak
sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku.
Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!”
sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah...
Di samping jasad Siti
Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.
“Ya Allah, ya ILahi
Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam
menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku,
Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat
orang lain membuatku gelisah”. Semoga bermanfa'at.Aamiin ????????.
Tulis Anizar. (Idris).