Pekanbaru (inmas), Pada
hari ini melalui WhatsApp, salah seorang Staf Ka. Subbag TU Kemenag Kota
Pekanbaru, Anizar Saputra menceritakan
kisah inspiratif kepada para pembaca sebagai berikut. Sabtu (26/09/2020).
DUA PERTIGA (2/3)
wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti Khuwailid, istri pertama
Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan
harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan
baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83
tambalan.
Fatimah putriku, aku
yakin ajalku segera tiba, bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal.
Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau
memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain
kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri .
Mendengar itu
Rasulullah berkata, Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah
dipersiapkan tempatmu di surga .
Siti Khadijah, Ummul
Mu minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya
dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang
teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di
situ.
Dalam suasana seperti
itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima
kain kafan.
Rasulullah menjawab
salam Jibril, kemudian bertanya, Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya
Jibril?
Kafan ini untuk
Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan, jawab
Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.
Rasulullah bertanya,
Kenapa, ya Jibril?
Cucumu yang satu,
Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak
dimandikan, jawab Jibril.
Rasulullah berkata di
dekat jasad Khadijah, Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan
pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku
sungguh luar biasa. Allah Maha Mengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau
hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum
muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan
terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban ?
Tersedu Rasulullah
mengenang istrinya semasa hidup. Tulis Anizar. (Idris/ Bustamar)