0 menit baca 0 %

''ANTARA SERTIFIKASI DA'I DAN MUI'' (BAGIAN PERTAMA) Oleh: Suhardi Hs.

Ringkasan: Pkanbaru (Inmas), Sejak bergulirnya wacana sertifikasi Da'i/Mubaligh  beberapa tahun yang lalu. Kini, wacana itu sudah terwujud dan menjadi nyata.  Namun gelar acaranya dibungkus dengan 'Bimtek Penceramah Bersertifikat'. Bimtek inipun berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 16-18 September 2020...

 

Pkanbaru (Inmas), Sejak bergulirnya wacana sertifikasi Da'i/Mubaligh  beberapa tahun yang lalu. Kini, wacana itu sudah terwujud dan menjadi nyata.  Namun gelar acaranya dibungkus dengan 'Bimtek Penceramah Bersertifikat'. Bimtek inipun berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 16-18 September 2020, di hotel Golden Boutique, Jakarta pusat.

    Disaat terpajangnya spanduk kegiatan Bimtek Penceramah Bersertifikat, disebelah kiri dan kanan atas spanduk, terpampang dua logo mitra, yang membimbing dan melayani umat yakni, logo Ikhlas Beramal milik Kemenag dan satu lagi adalah logo MUI. Dalam tafsiran banyak orang, paling tidak bagi peserta yang diundang pada acara dimaksud, tak kurang dari 50 Ormas Islam ditingkat pusat dikali dua (Ketum dan Sekum)nya yang di undang, mereka akan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kerjasama antara Kemenag dengan MUI. Oleh karenanya, acara ini adalah kolaborasi antara institusi resmi pemerintah Kementerian Agama dan organisasi independen (MUI) yang populer di tengah umat. Paling tidak, itulah kalimat yang muncul di benak para peserta.

   Namun demikian, ternyata MUI melayangkan protes terhadap munculnya logo MUI di spanduk. MUI melalui Sekjen-nya Buya Anwar Abbas, sejak awal wacana ini dimunculkan menolak dan tidak ikut andil dalam kegiatan tersebut. Dikuatkan juga pada pertemuan MUI pada tanggal 8 September 2020, menyatakan menolak dan tidak ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Akhirnya, logo MUI yang di tampilkan bagian kiri atas ditutup oleh panitia.

   Apa sih... sertifikasi da'i... dan kenapa MUI menolak...?

   Banyak persepsi yang akan muncul, bila kita melakukan survey terhadap banyak responden. Apa yang dimaksud dengan sertifikasi da'i...? Namun, kali ini penulis mencoba melihat dari dua sisi.

1. Persepsi Kemenag. Begitu pentingnya Sertifikasi da'i ini, Kemenag sejak beberapa tahun yang lalu, tetap berupaya untuk melaksanakan kegiatan ini dengan mengganggarkan kegiatan dimaksud dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran. Adapun tujuannya, menimal apa yang disebut dengan konsep Moderasi Beragama. Ini adalah ide awal yang dihembuskan oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saipudin.

  Pada bagian lain, perlunya sertifikasi da'i adalah untuk membekali, pemantapan dan pengembangan wawasan para Da'i tentang wawasan Kebangsaan, Kebhinnekaan, Kewarganegaraan, Pancasila, pemahaman tentang Radikal dan mengembangkan sikap Toleransi. Setidaknya, ini adalah bagian yang mesti menjadi materi penyampaian untuk para peserta yang diikutkan.

 

2. Persepsi MUI.

     MUI adalah payung berhimpunnya banyak Ormas Islam. Di dalamnya lengkap dengan orang-orang yang syarat dengan keilmuannya, terkhusus adalah ilmu-ilmu keislaman. MUI secara kolektif adalah lembaga yang berhak mengeluarkan fatwa, terkait dengan persoalan yang dihadapi umat. MUI juga merupakan, mitra pemerintah, pelayanan umat dan berhimpunnya para cendikiawan Muslim. (Bustamar).