0 menit baca 0 %

Apel Hari Guru Nasional, Kakan Kemenag Kampar Bacakan Sambutan Menteri Agama

Ringkasan: Kampar (Kemenag) - Pada amanat Apel Hari Guru Nasional (HGN) ke-79 tahun 2024, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, membacakan langsung Sambutan Menteri Agama RI dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dengan Tema Guru Berdaya, Indonesia Jaya , hari senin (25/11...

Kampar (Kemenag) - Pada amanat Apel Hari Guru Nasional (HGN) ke-79 tahun 2024, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, membacakan langsung Sambutan Menteri Agama RI dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dengan Tema “Guru Berdaya, Indonesia Jaya”, hari senin (25/11/2024) diruang terbuka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Subbag Tata Usaha H Dirhamsyah MSy, Para Kasi, Pengawas dan Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar. 

Fuadi mengatakan, Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dalam momen penuh inspirasi ini. Hari ini, kita memperingati Hari Guru Nasional dengan tema besar yang sangat relevan dan penuh harapan: “Guru Berdaya, Indonesia Jaya”. Tema ini mengingatkan kita akan esensi pentingnya keberdayaan guru dalam membangun peradaban bangsa yang unggul dan bermartabat.

Hadirin yang saya hormati, Dalam Sejarah umat manusia, peran guru selalu menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang maju. Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi pembentuk karakter, inspirator, dan penjaga nilai-nilai moral. Mereka adalah penerang yang membimbing generasi muda menuju masa depan. Tidak berlebihan jika kisah Kaisar Jepang, Hirohito, pasca Perang Dunia II, menggambarkan pentingnya guru sebagai kunci kebangkitan sebuah bangsa.

Di Indonesia, sejarah pendidikan mencatat bahwa guru adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang berdaya. Namun, tantangan di era modern seperti saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial menuntut guru untuk beradaptasi, bahkan bertransformasi. Di sinilah tema Guru Berdaya, Indonesia Jaya menemukan maknanya.

Guru berdaya adalah mereka yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menginspirasi, berinovasi, dan menjadi agen perubahan. Guru yang berdaya mampu menggunakan teknologi untuk memperkaya pembelajaran, menghidupkan nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan, dan menjadikan dirinya teladan bagi murid-muridnya.


Ketika guru berdaya, maka Indonesia jaya bukanlah sekadar slogan, melainkan visi yang dapat diwujudkan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki generasi muda berkarakter tangguh, berpikir kritis, dan berdaya saing global. Semua itu bermula dari tangan-tangan guru yang berdedikasi.


Hadirin sekalian yang berbahagia, Ditengah peringatan Hari Guru Nasional ini, marilah kita merenungkan langkah bersama untuk memastikan keberdayaan guru:

1. Pentingnya penguatan kompetensi guru. Guru harus terus didukung dengan pelatihan dan akses terhadap internet dan teknologi, agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pembimbing moral.

2. Perlunya memberikan penghargaan dan dukungan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan. Guru dan Tenaga Kependidikan yang sejahtera akan mampu mengabdikan dirinya dengan lebih maksimal. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan inklusif.

3. Perlunya meningkatkan kemitraan strategis. Guru harus mampu merangkul orang tua dan komunitas sebagai mitra dalam mendidik. Kolaborasi yang baik akan memperkuat fondasi pendidikan nasional yang pada akhirnya dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu dan memiliki keluhuran budipekerti.

4. Ditengah gempuran informasi dan trend setter budaya asing yang semakin massif, pendidikan karakter sebagai prioritas dari objek pembelajaran oleh guru. Di tengah derasnya tantangan zaman, guru harus menjadi penjaga nilainilai moral yang menjadi landasan Indonesia yang maju dan bermartabat.


Hadirin yang saya muliakan,Hari ini, kita tidak hanya memperingati peran guru dalam perjalanan bangsa, tetapi juga merajut harapan besar untuk masa depan Indonesia. Dengan guru yang berdaya, yang adaptif, inspiratif, dan visioner, kita yakin bahwa Indonesia akan terus melangkah maju, menjadi bangsa yang besar dan jaya di tengah persaingan global.


Marilah kita semua, baik sebagai pendidik, orang tua, maupun masyarakat umum, berdiri bersama untuk mendukung peran guru dalam mencetak generasi emas bangsa. Karena pada akhirnya, masa depan peradaban dunia, termasuk kejayaan Indonesia, bertumpu pada kualitas pendidikan yang diberikan oleh guru-guru kita.


Namun demikian guru harus mendapatkan perhatian dan apresiasi yang layak dari pemerintah dengan tetap memperhatikan kesejahtaraan dan peningkatan kualitas agar mereka dapat melahirkan generasi muda yang unggul dan berjiwa mulia. Kebijakan terkait kesejahteraan guru perlu didorong dan diimplementasikan secara lebih nyata sebagai mandat dari UU.


Ada sebuah pesan dari Nelson Mandela yang menggetarkan kepada kita semua tentang peran guru yang dikutip dari bukunya yang berjudul “long walk to freedom, the authobiography of Nelson Mandela”. Pesan tersebut berbunyi “pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia”. Sekali lagi saya sampaikan selamat Hari Guru Nasional..! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Setelah membaca sambutan Menteri Agama, Fuadi menegaskan bahwasanya saat ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten sedang mengkampanyekan 2 Tagline, Yakni Kampar Negeri Santri dan Kampar Kampung moderasi. Untuk mendukung Kampar negeri santri, pad hari ini kita akan membagikan kain sarung. Kain sarung ini kita pakai setiap hari jumat. Pada hari jumat merupakan hari raya kita setiap minggunya, dan kita terus mengadakan acara tausyiah pagi jumat. Yang mana untuk jumat besok, kita akan mengadakan tahsin. Tahsin ini kita laksanakan dalam rangka memperbaiki cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, sesuai dengan tajwid dan makhrojnya. Semoga setiap langkah kita, terus diberkahi oleh Alloh SWT, aamiin..., pungkas Fuadi. (Ags/Ftm/Cca)