Tembilahan (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kab.
Indragiri Hilir bersama Pemerintah Daerah dan Forum Pondok Pesantren Kab.
Indragiri Hilir menggelar Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2024. Penjabat (Pj)
Bupati Indragiri Hilir H Erisman Yahya bertindak sebagai Pembina Apel pada
peringatan Hari Santri Tahun 2024 yang berlangsung di Lapangan Gajah Mada Tembilahan,
Minggu (03/11/2024).
Peringatan Hari Santri ke-10 Tahun 2024 mengambil tema
" Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan" ini turut mendampingi Pj
Bupati Inhil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Inhil H Harun, Unsur Forkopimda,
Ketua MUI, Kasi dan Penyelenggara Kantor Kemenag Kab. Inhil, Pengurus DWP
Kemenag Inhil, Para Pimpinan Pondok Pesantren, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat
serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Menteri Agama RI yang dibacakan Pj Bupati Inhil
H Erisman Yahya menyampaikan, Hari Santri yang di peringati setiap tanggal 22
Oktober adalah momen untuk mengenang dan meneladani perjuangan para santri
dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejarah telah mencatat bahwa kaum
santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan
terhadap para penjajah.
“Salah satu bukti perlawanan santri terhadap para penjajah
adalah peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober tahun 1945 yang dimaklumatkan
oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari dalam fatwa berperang menolak dan
melawan penjajah itu fardlu ain. Laki-laki dan perempuan wajib melaksanakan
itu, yang berada dalam jarak lingkaran 94 KM dari tempat masuk dan kedudukan
musuh,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Agama RI.
“Tema pada peringatan Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2024
ini, menegaskan bahwa santri masa kini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan
perjuangan para pendahulu demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Santri masa
kini, harus percaya diri bahwa para santri dapat menjadi apa saja, selama para
santri terus berjuang, berusaha, dan tidak menyerah. Hari Santri bukan hanya
milik para santri dan pesantren, tetapi milik kita semua sebagai elemen bangsa
yang mencintai negara," ujarnya lagi.
Dalam hal ini, Kepala Kantor Kemenag Kab. Inhil H Harun
mengatakan di era medsos seperti saat ini media dapat dijadikan sebagai ladang
da’wah dan ceramah.
“Pada masa sekarang ini, era media sosial bisa dijadikan
ladang dakwah dan ceramah. Santri dapat memanfaatkannya dan juga santri
dibekali dengan pengetahuan agama untuk menyaring media sosial yang ada.
Disamping banyak sekali manfaatnya namun juga ada hal mudhorotnya. Sehingga
dengan bekal pengetahuan agama yang baik maka santri dapat bermedia sosial
dengan bijak dan berakhlaq,” ungkap H Harun.
Menariknya, dalam pelaksanaan Apel HSN tahun 2024 di Kab.
Inhil kali ini, seluruh peserta apel memakai pakaian yang unik. Yakni memakai
peci hitam, baju putih lengkap dengan bawahan sarung dipadukan dengan sepatu.
Bukan tanpa alasan, pakaian tersebut dipakai karena penuh filosofi.
“Perpaduan peci, baju koko, sarung dan sepatu sebagai ciri khas santri yang
juga mengikuti perkembangan zaman saat ini,” tambah H Harun.
Usai pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan foto bersama
dan beberapa pertunjukan yang dipersembahkan oleh satri dari sejumlah pondok
pesantren yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. (Ria)