Pekanbaru (Inmas). Asesmen Nasional yang selanjutnya disingkat AN adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk mengatur ketentuan terkait Asesmen Nasional 2021. Kemendikbudristek mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2021 mengenai Asesmen Nasional. Mengacu pada Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 pasal 12, maka diterbitkanlah Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor: 030/H/PG.00/2021 Tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2021.
Sesuai skema proses pelaksanaan AN dimana satuan pendidikan melakukan : 1. Pendataan Peserta dan Pengawas, 2. Persiapan dan Sinkronisasi, 3. Pelaksanaan, 4 Pemantauan dan Evaluasi, dan 5. Pelaporan. Maka pada hari ini, Senin 6 September 2021 berlangsung Gladi Bersih AN tingkat SMA/MA/K/C Gelombang I, khusus di Madrasah Aliyah Diniyah Putri jumlah peserta 30 Siswa dengan pembagian sesi menjadi 3 sesi, masing-masing sesi berjumlah 10 orang dalam satu ruangan/labor komputer. Menurut salah seorang siswa yang sudah selesai mengerjakan soal-soal AN, menurutnya soal-soal AN merupakan jenis soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi dan belum terbiasa menghadapi soal-soal seperti itu. melihat format soal-soal AN tentu berbeda dengan UN yang sudah familier. Format soal UN hanya pilihan ganda dan isian singkat sementara AKM terdiri dari Pilihan Ganda, PG Kompleks/betul salah, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. Dan dari segi administrasi pelaksanaan, UN berbasis Komputer CBT sedangkan AN berbasis Komputer MSAT(Multi Stage Adaptive Testing).
Sejauh pantauan Ariadi Iskandar, M.Pd selaku pengawas pembina di MA Diniyah Putri, segala persiapan sudah dilakukan hingga pelaksanaan gladi bersih ini dan berjalan lancar. Untuk kedepannya para Kepala Madrasah perlu lebih mempersiapkan segala sesuatunya terutama kesiapan siswa dalam menghadapi soal-soal yang kompleks, dan menuntut berpikir tingkat tinggi.