Pekanbaru (Inmas). Kementerian Agama menyelenggarakan pelatihan calon fasilitator provinsi jenjang Madrasah Aliyah Program PKB Guru dan Tenaga Pendidik Madrasah sebagai fasilitator REP-MEQR atau Realizing Education’s Promise - Madrasah Education Quality Reform. REP-MEQR yang merupakan proyek bersama Kementerian Agama dengan Bank Dunia (World Bank). Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guru yang selanjutnya disebut PKB Guru adalah pengembangan kompetensi bagi guru sesuai dengan kebutuhan dan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional Guru dalam mengemban tugas sebagai pendidik.
Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan mulai tanggal 13-17 September 2021 dengan mode luring/tatap muka yang dibagi dalam 3 zona: untuk zona I berlokasi di Batam (134 peserta) meliputi 8 provinsi, zona 2 di Tangerang (222 peserta) meliputi 7 provinsi, dan zona 3 di Makasar (71 Peserta) meliputi 6 provinsi. Di zona I peserta yang berjumlah 134 orang berasal dari 8 provinsi berlokasi di Batam, dan dibagi lagi menjadi 3 kelas dengan tempat yang berbeda. Untuk zona I kelas C dengan jumlah peserta 57 orang yang terdiri dari Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Guru Mapel Matematika, dan Guru Mapel Ekonomi.
Adapun materi yang disampaikan meliputi Materi Umum dan Materi Pengawas dengan mempraktikan salah satu kegiatan Modul. Materi umum terdiri dari: Toleransi dalam Keberagaman, Teknik Fasilitasi, Computational Thinking, GEDSI, Sistem ME dan Penjaminan Mutu, Sistem ME dan Penjaminan Mutu, dan Pembelajaran aktif.
Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain mengatakan semua guru harus merubah mindset bagaimana menjadi guru profesional dan meningkatkan kemampuan melalui pengkayaan literasi di semua bidang, begitu juga guru yang menjadi fasilitator ini.“Peningkatakan kompetensi guru madrasah adanya pembinaan pelatihan dan bimbingan, terhadap guru yang memililki kemampuan untuk menjadi fasilitator dan Instruktur, hal ini penting karena melalui instruktur dan fasilitator diharapkan kedepannya guru-guru madrasah di tingkat provinsi, daerah terus mendapatkan pendampingan untuk tumbuh kembangkan kreatifitas guru madrasah yang professional,” tutur Muhammad Zain saat memberikan arahan di zona 3 Makasar.
Menurut Kasi Bina GTK MA/MAK, Muchamad Sidiq Sisdiyanto saat menghadiri pelaksanaan kegiatan secara luring (tatap muka) di Zona 3 Makasar, mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan secara luring ini dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan menjelaskan bahwa kelulusan peserta ditentukan dengan penilaian kehadiran, penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian kemampuan selama mengikuti kegiatan. Sehingga diharapkan semua peserta fokus mengikuti kegiatan ini dan memperoleh kelulusan, ucapnya.